Diarsipkan di bawah: Uncategorized
Ga’ terasa dah 1427 H. Semoga di tahun yang baru ini ibadah Ally jauh lebih baik dari tahun kemarin. Ngaji lebih sering ga’ bolong-blong lagi ^_^ dan tentu saja tumpukan artikel dan buku-buku yang wajib dibaca bisa selesai. Dan tentunya yang jauh lebih penting, Semoga di tahun yang baru ini keadaan kaum muslim di seluruh dunia jauh lebih baik dari sebelumnya. Ga’ ada lagi pertumpahan darah oleh orang-orang bodoh.
Diarsipkan di bawah: Uncategorized

Semalam baru aja main ke tempat rental. Awalnya sih mau nyari Nothing Hill untuk dipakai di kelas (hari ini di buku mereka bakal ngebahas tentang film yang satu itu, walau mereka hanya liat beberapa scene). Tapi saking lamanya film itu dah ga’ ada di tempat rental atau emang tempat rentalnya yang ga’ lengkap? hihihi…
Akhirnya mutusin untuk nyari film lain.akhirnya mutusin ngambil Film yang dah lama dibicarakan ma mbak rury (my coordinator). Innocent Voices. Menurutnya sih film yang wajib dinonton. Dan katanya sih diangkat dari kisah nyata di el salvador.
Dan emang ga’ salah filmnya emang touching banget. Hiks, sampai nangis beberapa kali. here the sinopsis:
Based on the true story of screenwriter Oscar Torres’s embattled childhood, Luis Mandoki’s Innocent Voices is the poignant tale of Chava (Carlos Padilla), an eleven-year-old boy who suddenly becomes the “man of the house” after his father abandons the family in the middle of a civil war.
El Salvador in the 1980s, the government’s armed forces are already recruiting twelve year olds, rousting them out of their classes at the local middle school. If he is lucky, Chava has just one year of innocence left, one year before he, too, will be conscripted to fight the government’s battle against the peasant rebels of the FMLN. Chava’s life becomes a game of survival, not only from the bullets of the escalating war, but also from the dispiriting effects of daily violence. As he hustles to find work to help his single mother pay the bills, and experiences the pangs of first love for a beautiful classmate, Chava’s tiny home village becomes both playground and battlefield.
Armed only with the love of his mother (Leonor Varela) and a small radio that broadcasts a forbidden anthem of love and peace, and faced with the impossible choice of joining either the army or the rebels, Chava finds the courage to keep his heart open, and his spirit alive, in his race against time.
Ga’ kebayang kalau itu yang menimpa Ally. Desingan peluru yang bisa terjadi kapan dan di mana saja. Kehilangan saudara laki-laki karena dipaksa untuk jadi tentara yang bakal memerangi saudaranya sendiri. Mungkin ini yang dirasakan anak-anak Aceh waktu GAM masih berkeliaran. Bahkan anak-anak dibelahan dunia lainnya. Dah sepatutnya bersyukur untuk semua yang Ally punya sekarang ini. Mungkin saat ini hanya doa yang bisa Ally berikan untuk mereka.
Diarsipkan di bawah: Uncategorized

Akhirnya semua mata kuliah selesai juga. Thanks god. Ga’ nyangka bakal sesulit ini untuk nyelesaikan kuliah. Sekarang tinggal nyelesain asistensi KP 1 dan 2 yang dah lama banget terbengkalai. Pengejaran dimulai…hehehehehehe…Bahan-bahan TA sekrang dah muali bisa dibaca. Konsentrasi ke tugas yang emang puncak dari segalanya bisa mulai disusun.
Yah kalau ingat sms JAP (my pren) beberapa hari lalu, jadi iri banget
huwaaa..akhirnya berkurang 1 beben hidup.guess,gw br aja kluar ruang sidang skripsi,he2..alhamdulillah,setelah 10hr menyusun yang mengdebarkan,sls jg hr ini….*****….
Hiks..tuh jap aja dah selesai…bisa ga’ yah selsai bulan maret????Wish me luck deh ^_^
Diarsipkan di bawah: Uncategorized
Here we go, 2006. Ga’ terasa tahun berganti lagi. Dah banyak yang Ally kerjakan di tahun kemarin. Tapi rasanya resolusi yang kemarin (dah ga’ tau di mana tuh nulisnya. dah hilang kali). Rasanya ga’ semangat buat resolusi lagi..Soalnya hampir semua sama seperti tahun kemarin…Dan jujur banyak di antara resolusi itu yang blom tercapai, bahkan ga’ tersentuh sama sekali. Yang jelas ga’ bia nyalahin sapa-sapa, kecuali kembali ke diri sendiri yang emang ga’ bisa bagi waktu. kalau ingat ini lagi, jadi nyesel dan sedih banget.
Tapi ga’ ada salahnya nyoba nyusun yang baru…
1. Bisa lulus tahun 2006
2. Bisa lebih lancar cas cis cus in japanese
3. Nabung buat beli buku lebih banyak
4. More creative …
5. Lebih banyak senyum
6. ……..
7. ……
nanti deh ngisinya. Masih blank….
Btw, Penting ga’ sih buat resolusi ????












