Diarsipkan di bawah: Uncategorized

Sabtu pagi, 27 mei 2006, aku dah di kantor. Seperti pekan lalu, aku harus datang lebih pagi. Karena sekarang dah ada jadwal baru dari General Affair Manager, kalau semua teacher and staff wajib ikut aerobic yang mulai tiap pukul 7.30. Walau sempat protes, akhirnya ngalah juga. Yah itung-itung olahraga. Lagian cuman sekali seminggu.
Di tengah bergerak ngikutin instruktur yang lincah banget sambil ketawa ketiwi karena gerakannya kadang terlalu cepat, ternyata di saat yang sama banyak air mata yang berjatuhan. Dan itu baru aku sadari setelah pulang kantor dan nonton liputan tentang gempa di Yogyakarta dan sekitarnya. Dengan kekuatan 5.9 skala Richter, gempa ini memakan banyak korban. Lebih dari 3000 orang tewas, blom lagi jumlah korban yang luka parah. Terlihat jelas, gimana paramedis kewalahan menangani semuanya. Bahkan kabarnya mereka sangat membutuhkan tenaga bantuan.
Puing-puing reruntuhan bangunan ada di mana-mana. Sekolah, perkantoran, mall, airport, bangunan keraton, bahkan beberapa bagian candi ikut rusak. Bahkan temanku yang di sana ngabarin kalau di sekeliling tempat kostnya ada beberapa rumah yang hancur. Itu juga kabar terakhir, seblom smsnya jammed.
Trauma dah pasti menyelimuti mereka. Gempa kecil yang pernah terjadi waktu sd aja sempat bikin keluargaku panik. Pa lagi kejadian ini. Bahkan ada kabar yang beredar bahwa tsunami bakal nyusul. Awalnya aku pikir gempanya karena gunung merapi, ternyata sumber gempa tuh dari samudra hindia, 40 km sebelah selatan Yogyakarta, yang merupakan pertemuan dua lempeng yang tiap tahunnya bergerak. Dan kalaupun tsunami terjadi, diperlukan kekuatan di atas 6 skala Richter. Informasi yang aku dapat dari berbagai media. Dan kabar terakhir hujan turun, dan tentu saja yang masih ngungsi di luar jadi basah. Hiks..kasihan deh.Dan blom semua korban yang menerima bantuan. padahal Presinden SBY tuh dah pindah kantor sementara di Yogya.
Yang jadi pertanyaan, apa iya ga ada alat yang bisa memprediksikan gempa? Apakah teknologi kita masih jauh terbelakang? Ga belajar dari kejadian di Aceh apa? Apalagi sudah di ketahui sejak jaman bahela kalau indonesai tuh di kelilingi ma patahan yang bergeser tiap tahunnya.
Pertanyaan – pertanyaan yang sampai sekarang blom aku dapat jawabannya. Yah, semua dikembalikan lagi ma Allah yang telah mengetahui rahasia di balik bencana ini. Apa iya Dia sekedar memberi peringatan, ataukah ini salah satu rasa kekesalan-Nya pada semua tingkah manusia? Ujian, Peringatan, Kemurkaan? Mungkin ketiganya. Namun untuk yang terakhir aku sangsi. Karena aku percaya Allah ga akan menzalimi makhluk-Nya. Mungkin cara ini yang Dia lakukan untuk menyadarkan kita semua. Yang kadang lalai dalam menjalanankan perintahnya. Wallahu a’lam.
Pertanyaan yang tersisa, Haruskan bencana datang untuk menyadarkan manusia? Allah, ampuni kami. Semoga semua dapat mengambil hikmah dari semua kejadian yang menimpa.
Diarsipkan di bawah: Uncategorized

Buku dalam versi indonesianya terbit tahun 2005. Aku dah baca resensinya di kompas dan di beberapa blog, termasuk punyanya mbak endah. Walau gitu blom tergerak untuk naruh buku yang ketebalannya sampai 600 halaman dengan font 10 di deretan buku koleksiku. Walau dah tercantum di sampul depan tentang penghargaan NCR Book Award pada 1992 dan British Book of The Year Award 1993. hehehehe…maklum buku fiksi masih jadi prioritas utama. Dan kesimpulan akhir, buku ini dibeli kalau emang dah ga’ ada buku yang asyik. ^_^
Eh ga’ taunya pas pindah ke gedung baru dan sederetan ma ma’am riezna yang ternyata juga suka banget baca buku, buku ini nongol lagi. Pas gi mikirin lesson plan dan nengok ke belakang, dia lagi baca buku yang emang tebal banget. Dan tanpa basa-basi, aku langsung nanya kalau aja bisa jadi pembaca berikutnya setelah dia.^_^ Ga’ perlu susah-susah nebak apa jawabannya. Karena beberapa hari kemudian buku itu dah ada di deretan buku-buku yang aku baca.
Buku yang bercerita tentang tiga perempuan ini mencetak rekor dalam “sejarah membaca-ku” (weleh ;P). Gimana ga’, aku baru selesai baca sebulan kemudian. Ugh…T_T Sebenarnya kalimat-kalimat yang disusun ma Jung Chang tuh ga’ susah. Hanya saja font yang kecil dan pengaruh Narnia the series yang bikin aku selalu nunda untuk nyelesain buku ini. Karena ga’ enak ma ma’am riezna aja akhirnya aku tau gimana rentetan perjalanan nenek, ibu dan diri Jung Chang sendiri di China seiring dengan berbagai perubahan pemerintahan yang terjadi. Seperti komentar-komentar yang ada dihalaman awal, buku ini emang pantas dapat perhargaan. Just try to read it. You will agree with us. Here’s the resume Wild Swans (reviewed byPerca)
Setelah baca buku ini, yang tersisa di kepalaku adalah China, Mao Zedong, dan komunisme. Tiga kata kunci yang sempat berkecamuk dibenakku. Selama ini aku cuman tau kalau China tuh sempat menjadi salah satu negara pengemban paham komunis (sosialisme) yang menghendaki penghapusan hak milik pribadi. Paham yang tumbuh seiring krisis sosial yang ditimbulkan oleh paham kapitalis . Walau gitu sekarang praktek kapitalis juga di terapkan di sana.(liat sistem perekonomiannya)Sehingga istilah Great Leap Forward dan Cultural Revolution merupakan hal baru. Istilah ini ga’ ada tuh di pelajaran sejarah di sekolah. Bahkan nama Mao Zedong aja ga’pernah di sebut. Aku tau Mao tuh dari TV. Ada yang mutar tentang biographynya. 
Dari situ aku tau kalau China di bawah pimpinan Mao Zedong percaya bahwa komunisme/sosialisme mampu menghapus semua penderitaan rakyat sebagai imbas dari paham kapitalis yang diemban oleh pemerintah sebelumnya. Berbagai usaha (salah satunya perang saudara) untuk itu akhirnya terwujud dengan di dirikannya Republic Rakyat China, 1 Oktober 1949. Semua pengikut (termasuk ayah Jung Chang) optimis dengan perubahan yang akan terjadi. Ga’ heran kalau julukan “Great Teacher, Great Leader, Great Supreme Commander, Great Helmsman” dilontarkan untuk Mao atas keberhasilannya. Pemujaan terhadap Mao diwujudkan dengan terbitnya buku yang wajib jadi pegangan setiap orang di China Saat itu. Quotations From Chairman Mao Tse-Tung atau di kenal juga dengan buku merah yang merupakan cuplikan dari beberapa pidato Mao.
Sayangnya semua teori yang diutarakan jauh berbeda dengan praktek di lapangan. Banyak korban yang berjatuhan akibat Great Leap Forward (penitikberatan pada industri untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih baik) dan Cultural Revolution (pemberian kekuasaan pada pasukan merah untuk membuat pengadilan sendiri terhadap orang-orang yang dianggap berkhianat terhadap negara. Teori tesis, antitesis dan sintesis terlihat di sini). Tak terkecuali keluarga Jung Chang. Penyiksaan, pengasingan dan masuk keluar penjara merupakan penderitaan yang di derita oleh kedua orang tua JC. Ironis banget, kalau mengingat gimana kesetiaan mereka berdua di awal pergerakan.
Kisah tragis itu yang bikin aku sempat nangis. Penderitaan yang di rasakan oleh semua pihak terlihat jelas. Dan sampai saat ini aku masih ingat bagian yang bikin mataku berair, surat permintaan maaf Ayah JC yang di tujukan untuk ibunya. Hiks….
Pertanyaan demi pertanyaan timbul setelah buku ini selesai aku baca. Sayang karena ga’ ada orang yang bisa di ajak diskusi akhirnya rasa penasaran bersama dengan pertanyaan – pertanyaan yang tidak kunjung terjawab menyisakan kesimpulan. Bahwa kapitalisme maupun sosialisme(komunisme), dengan beribu teori kehidupan dalam usaha untuk membangun kehidupan umat manusia, ga’ akan berhasil sampai kapan pun. Alasannya cuman satu, semua teori rumit itu di buat oleh manusia yang penuh dengan keterbatasan. Sehebat apapun hasil pemikirannya, aturan yang lahir dari manusia hanya akan membawa penderitaan. Terlebih lagi jika di terapkan dalam sebuah negara.
Diarsipkan di bawah: Uncategorized
Musim hujan akhirnua benar-benar berakhir. Sedih deh. Soalnya rasa gerah bakal datang lagi. Sayangnya keadaan ini di perparah dengan keputusan PLN yang memberikan pemadaman bergilir sampai 2 kali sehari. (jadi jadwal minum obat aja)Dan jadwalnya tuh ga’ tentu.Ga’ tanggung-tanggung sekali mati lampu tuh bisa sampai 2 jam.Jadi total semua 4 jam sehari. Hiks…ada apa sih dengan energi listrik di indonesia. Apa iya pemadaman ini karena alasan lama lagi? “Air di pembangkit listrik bakaru tuh debitnya berkurang lagi.” Atau emang karena dalam program penghematan energi. Yah apa pun alasannya, yang harus nerima dampaknya tuh semua. Dan tentu saja Kemacetan akibat lampu lalu lintas juga ikutan mati ga’ bisa di hindari. Gimana yah di kota-kota lain??? Apa iya ini bakal berlangsung terus sampai musim penghujan datang lagi? Gila apa???!!!! Rain, I Miss you
Diarsipkan di bawah: Uncategorized
Walau nyanyian malam mereka blom begitu nyaring, tapi tanda-tanda mereka untuk nyebarn virus deague tuh dah nampak. Buktinya semalam dah nampak bentolan di sekitar lututku. Dan ga’ cuman satu doang. pantesan aja dari tadi rasanya gatal banget. Dan pas ngeliat sekitar, ternyata emang ada beberapa nyamuk yang berterbangan. Dan pas berhasil nepuk mereka, gila di tangan tuh ada bercakdarah merah. Ga’ usah mikir panjang, itu darahku sendiri. Argh…Alarm dah bunyi. Dah waktunya nyiapin semua peralatan perang, dari obat sampai lotion penolak nyamuk. bak di kamar mandi bawah kayaknya harus segera dikosongkan. Soalnya dah jarang dipake. Takutnya nanti jadi sarang nyamuk. Kalau ga’ salah mereka suka banget tuh ma tempat penampungan air yang ga’ beralas tanah. Dan tentu saja bak kamar mandi jadi tempat yang menyenangkan untuk berkembang biak. Aku masih ingat proses dari telur sampai jadi nyamuk yang siap hinggap sampai menggigit dan ngerusak jaringan kulit tuh cuman butuh beberapa hari.mmm…baju baju yang masih tergantung di belakang pintu rasanya harus segera di singkirkan tuh
Nyamuk, here I come
Diarsipkan di bawah: Uncategorized
If there’s someon ask me” How you describe yourself in three words?”. I’m going to say that I’m Scatty, Clumsy and forgotful. Gimana nggak, Tooth brush aja sering lupa naruh di mana. Ga’ cuman itu, barang-barang kecil seperti Pen dan jam, aku sering banget kewalahan karena lupa. What’s up me? Apa iya ada jaringan yang putus di bagian kepalaku. Sampai-sampai flash disc aja sampai ga’ tau rimbanya di mana. Apa kapasitas memoryku ga’ sebesar orang lain? Nama teman-teman aja kadang susah banget keluar dari mulutku. Padahal ketemu hampir tiap hari.Dan julukan “Who Again” ada di pundakku.Itu sudah terjadi sejak aku masih smp. Hiks…is there something wrong with my brain?
Diarsipkan di bawah: Uncategorized
Ga’ terasa dah bulan mei lagi. (deadline makin dekat nih…ganbatte ne!!!!)
Sekarang tanggal 2 Mei, artinya hari ini seluruh penduduk Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional yang selalu disingkat HARDIKNAS. Seperti yang dah di ajarkan ma guru di SD, kalau hari ini diambil dari tanggal lahirnya P’ Ki Hajat Dewantara yang terkenal dengan tiga semoboyannya. Salah satunya TUT WURI HANDAYANI,yang sampai sekarang masih tertera di lambang sekolah negeri. Masih ada dua slogan lagi. Jujur aku dah lupa pa lagi artinya. Padahal waktu SD hapal tuh.^_^
Aku masih ingat waktu sd pasti ada aja kegiatan (semacam lomba) baik itu yang diadakan di intra sekolah maupun antar sekolah. Dan semua siswa di libatkan. ^_^. Dan yang masih tersisa tuh ada kompetisi science dan matematika. Aku dikutsertakan di IPA. Dan jelas aja cuman sampai babak penyisihan, gimana ga’ pelajarannya susah banget. Di buku pelajaran ga’ ada tuh.
Dan tentu saja yang ga’ pernah absen tuh, upacara bendera. Aku paling ga’ suka ma yang satu ini.Bukannya apa, kelasku selalu kebagian tempat yang panas. Dan tentu saja keringatan bercucuran. Blom lagi pidato kepala sekolah yang panjang banget. Aku ga’pernah ngerti apa isinya. Sebenarnya bukan upacara memperingati hari ini aja. Upacara biasa juga, aku rasanya pengen bolos. Untungnya pas kuliah, dah ga’ ada lagi…hehehehe…
mmm..balik ke makna pendidikan itu sendiri. It’s one of the most important things in this life. Kalau ga’ sekolah, mungkin aku ga’ bakalan bisa nulis di blog ini. Bahkan ga’ bakalan bisa jadi seperti yang sekarang ini. Eh sekalian deh, melalui tulisan ini, aku mau ngucapin Terima Kasih yang tak terhingga untuk semua Guru yang dah ngajarin aku dari TK sampai sekarang (formal/informal). Dari mr. Asmar (alm) sampai Mr Rhiza. I won’t stay here if all of you aren’t there. Dan tentu saja untuk M and D yang dah kerja keras untuk ngebiayain sekolahku. Love you. ^_^
Yah itu yang patut aku syukuri. Soalnya ga’ semua orang bisa menikmati masa-masa yang menyenangkan di bangku sekolah. Masalah utamanya cuman satu, mereka ga’ punya duit lebih. Walau dah banyak banget program pemerintah yang meringankan, tapi masih ada aja anak-anak yang bebas berkeliaran di jalanan. Beda banget ma negara-negara tetangga, such as Malaysia, Australia, Brunei DS, dan tentu saja Amerika. Apa karena kita masih punya julukan negara berkembang? So yang namanya pendidikan tuh terasa mahal banget. Ga’usah jauh-jauh, fee di tempat aku ngajar aja terasa murah untuk anak-anak dari kalangan menengah ke atas. Kalau dah liat gini, nyalahin pemerintah juga bukan hal yang bijaksana. Sumber masalah menurut aku tuh sistem yang kit anut. Terlalu banyak boroknya. Kalau dengan sistem tambal sulam seperti yang dijalankan selama ini, kayaknya kita masih berada di peringakat yang sama untuk masalah pendidikan. What A Pity.













