See, Listen, Think and Write


Test Kesehatan
Februari 28, 2008, 7:06 am
Diarsipkan di bawah: me me me, my days, my thought

Setelah psikotest, test bahasa inggris + pengetahuan umum dan test kemampuan akademik, hari senin kemarin akhirnya saya diberi surat pengantar untuk test kesehatan di salah satu rumah sakit

Saya pikir prosesinya tidak akan terlalu lama, yah melihat test kesehatan yang dijalani oleh beberapa teman saya sebelumnya. Darah mereka diambil untuk glukosa puasa dan setelah puasa, pemeriksaan urine, jantung, THT. Dan itu hanya dilakukan selama setengah hari. Ternyata test yang saya jalani benar benar berbeda. Fuh..

Setelah pengarahan dan pengisian biodata, darah kami pun diambil. entah kenapa ketika giliran saya tiba, darah yang keluar tidak sebanyak yang lain. Bahkan labor Ian/ labor an (Saya yakin dia bukan dokter. Cara nyuntiknya sakit. Sampai sekarang saja bekas suntikannya masih biru) sudah beberapa kali mencoba. Ingin rasanya berkata padanya ga usah dipaksa. Toh darah saya sudah ada yang keluar. Sayangnya penyakit diam saya kembali datang. Anehnya tidak ada pengambilan darah untuk kedua kalinya. Jadi untuk apa disuruh puasa kalau hasilnya tidak dibandingkan. Hmmm…

Berikutnya pengambilan urine. Saya tidak pernah mengonsumsi obat-obatan terlarang. Test tahun lalu juga menyatakan saya bebas dari narkoba. Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Ruangan berikutnya adalah Roentgen. Teman saya bilang sih, dokternya ingin ihat paru paru. Hmm.. saya bukan perokok tapi tidak jarang menghirup udara yang telah tercemari dengan asap rokok. Berpengaruh nggak yah?

Pemerikasaan mata jadi rangkaian yang berikutnya. Huruf dan angka angka awal bisa terlihat dengan jelas. Tapi test yang terakhir, ada 3 huruf yang tulisannya kecil banget. Hm..apa pengaruh membaca sambil tidur yang sampai sekarang tidak bisa saya tinggalkan? Hihi…
Tes buta warna hanya berlangsung beberapa menit. ^_^V
Tekanan darah, 120/80. Sampai sekarang saya tidak pernah tahu maksud angka-angka itu apa.
Pemerikasaan gigi,Alhamdulillah, tidak ada yang carries. Thanks to all those toothpaste. Berbicara tentang pasta gigi, kemarin ngeliat buku yang ngasih tahu kalau ada zat yang namanya Sodium Laury Sulfate (SLS) dari banyak pasta gigi yang seharusnya dihindari. Sayangnya tidak ada penjelasan lebih lanjut. Dan setelah meneliti semua pasta gigi yang ada di supermarket, ternyata hampir semuanya ada SLSnya, kecuali satu. Hmm..sepertinya harus bertanya pada yang ahli nih.

Di bagian THT, fuh…lega banget karena tidak perlu merepotkan dokter untuk memeriksa lebih lama. hehe…
Berat badan dan tinggi badan, entah proporsional atau tidak.
Saya sudah terlalu lelah untuk bertanya. Walau begitu saya masih ingin lebih tinggi.
Terakhir pemeriksaan jantung dan pernapasan. Bagian pernafasan itu yang paling susah. Disuruh ngulang berkali kali ma mbaknya. Karena alatnya ga bisa mendeteksi udara yang keluar. Fuh…nggak tahu apa saya sudah capek banget.

Keluar dari rumah sakit, ternyata hari sudah sore. Fuh..leganya…besok besok diklinik aja deh. Rumah sakit terlalu luas.

Ada beberapa teman yang mengkhawatirkan hasil testnya. Yah, saya cuman bisa bilang, kalau dah rezeki ga bakal kemana. ^_^



M, Please..
Februari 20, 2008, 5:49 am
Diarsipkan di bawah: my days, my thought

I got this from Mbak Anne

I Tag You is to share your deepest thoughts about your Mom. You can use anything related to your Mom: picture, scenery, things, poetry, songs..anything come up in mind.

Mine :

She used to be my only enemy and never let me be free
Catching me in places that I knew I shouldn’t be
Every other day I crossed the line I didn’t mean to be so bad
I never thought you would become the friend I never had
Back then I didn’t know why
Why you were misunderstood
So now I see through your eyes
All that you did was love

I am sure there are a lot of songs about M, which sound better. But I don’t know why this is the only song that popped into my mind. I even can’t write the rest of it.

Yeah, lately, I let the big wall grows between us. It’s all because I never feel that she trust me. She’s the one who makes me send all those resignation letters. I have tried hard to make her believe that I would be fine but she heard no sounds. Is there something wrong with me? Have I done something bad? Why it only happens to me?

Gosh….

I’m not a baby. I have grown up. I am almost 24 and I can take care of myself. Can’t she see that I am not her spoiled little girl anymore?

Some people said it’s all because she worries about me. She doesn’t want something bad things happen to me. The world outside is too cruel so she builds a thick shield to protect me. She doesn’t want me get hurt. Everything that she does is love. Arghhhhhhh… But why I can’t feel it? I see nothing. It’s so obvious that she does not believe me. What I know is nobody hurts me but her…

Sometimes I wanna scream out everything to her. But The Eyes above will be really mad if I do it. One thick book is not enough to write all her sacrifice for her children. I know she calls my name every time she prays. *Sigh

But I want nothing but she understand and put a little bit trust on me.



After Watching The Pursuit of Happyness
Februari 20, 2008, 5:13 am
Diarsipkan di bawah: my thought

Several questions suddenly popped into my mind when all the scenes of The Pursuit of Happyness ended. Have you watched the movie? (That’s not the question). It’s based on true story and Will Smith played one role there. It’s good. Watch it if you have time. I said so not because I shed a tear for some pictures. There’s something that you can only get when you play it on your DVD. Trust me.

What does happiness means? When do you feel happy? Are you happy now?

Should I run after it? Is happiness always related with money?

They don’t need answer.

This is the list of something that can make me feel better. I am happy when:

Ø My lovely M (+D) trust me for everything. So no more worried phone calls. No more job that I have to turn down because of something.

Ø The old car in my garage is fine. The machine is good and works every time I insert the key and step on the gas. The most important thing is I can drive it (I‘m going to have my driving class this Saturday, yaiy )

Ø My crazy cat, Godai, become normal and stops haunting me with its mew, miaow and meow. Are those foods not enough for you little stomach?

Ø Some books are finished and piles of unread paper are sunk. The publishers never care if I have read all the books. They keep bring out those books which makes me droll.

Ø My house is clean. So my sisters won’t complaint every time they visit me. Sometimes I think I need a maid. This house is too big for little young woman (hehe) like me.

Ø The meals that I cook are good enough to feed human and animal. So my cats will never get stomachache. Yeah, I am still learning how to be a good cook. Unfortunately, until now, I just know how to fry. I have not known how to taste the food. Is the salt enough? Hmm something wrong with my tongue

Ø Listening to the songs on my play list. This helps me so much. At least it is a good remedy when the entire storm came and ruined everything. Thanks for everyone who has upload their music in multiply.

Ø Hanging out and have a little chit chat with my friends. I don’t know what will happen if I don’t have them. *hugs

Ø Get a new job so I can pay all the bills. It’s almost a year since I left my last job. There are some coins from little project that I do. But to be a bla bla (I’ll tell you soon) engineer is my dream and I can’t let it go.

Ø I can’t write more…it‘s too much…hehehe…To The Eyes above who always watching over me…thanks for everything…It’s nice to know that You are always there. It’s also makes me happy.



Sedikit Cerita Tentang Catatan-Catatan Dari Hati
Februari 15, 2008, 2:29 am
Diarsipkan di bawah: angingmammiri, review

Menulis review buku sudah menjadi keseharian saya beberapa bulan belakangan ini. Itu juga karena dorongan teman sekaligus tutor yang telah melakukan hal yang sama sejak tahun 2005 kemarin. Awalnya saya menolak, karena tidak terbiasa dan tidak tahu bagaimana memulai. Walaupun akhirnya bulan juli, blog buku saya keluar. Saya pikir ini adalah salah satu cara untuk membuat saya tetap ingat akan inti dari buku-buku yang saya baca.

Seperti awal ketika menulis review buku, saya pun sedikit kesulitan ketika dihadapkan dengan amanah untuk menulis review blog, saya sedikit kewalahan. Akibatnya tidak satupun blog yang saya resensi bahkan konsep yang seharusnya saya ajukan ke ibu RT tidak selesai. (gomen!).Untungnya meeting serius bulan Januari 2008 kemarin, tugas meresensi blog tidak hanya dilimpahkan pada satu orang. Fuh…

Ketika undangan meresensi blog edisi Februari diposting ke milis, saya pun segera mendaftar. Selain untuk menebus kesalahan tahun lalu, saya juga ingin mencoba sesuatu yang baru yang menurut saya punya tantangan tersendiri. Terkejutlah saya ketika akhirnya diputuskan bahwa saya harus mereview blog milik Pak Amril. (Catatan-catatan dari hati — http:/daengbattala.com), saya benar benar kelabakan. Karena setelah saya cek, saya tidak tahu banyak tentang Daeng yang satu ini. Selain sebagai salah satu orang yang dituakan oleh anak-anak AM, dari beliau pulalah saya mengetahui bahwa bukan Raditya Dika saja yang blognya dijadikan buku. Di luar sana ternyata telah banyak blog yang telah dibukukan. Salah satunya yah buku yang diberi judul Warna – Warni Hidupku, berisi tentang salah satu blog yang beliau kelola. Beberapa review tentang buku ini telah saya baca sayangnya sampai sekarang buku yang satu itu tak kunjung berada di deretan rak buku saya. *Sigh

Karenanya, mengobrak-abrik blog beliau adalah cara yang paling efektif. Untungnya, ada halaman khusus tentang informasi yang saya butuhkan. Dari beberapa judul karya yang telah di-launch ke pasaran, sampai kegiatan keseharian bahkan tentang keluarga dengan lengkap tertulis disana. Masih di halaman yang sama, saya juga mengetahui bahwa Pak Amril ini ternyata Alumni FT-UH (*wave* *putar lagu We Are The Champion*). Sempat berkiprah di Identitas, koran yang dulu selalu beredar di koridor kampus, bahkan termasuk perintis surat kabar Channel 9.

Melalui foto diri yang terpampang dengan jelas, kini saya benar –benar mengerti mengapa dengan lugas beliau menamai diri sebagai Daeng Battala, yang ternyata berarti berat. Artinya selama ini definisi saya tentang kata Battala keliru. Hehe..

Setelah puas menjelajahi profile, saya pun berpindah pada postingan – postingan beliau. Seperti layaknya buku, rasanya tidak puas jika hanya melihat dari sampul depan atau belakang . Maka saya memutuskan untuk melangkah dari satu postingan ke postingan lain. Petualangan saya bersama Catatan-Catatan Dari Hati itu pun dimulai.

Tak sekalipun saya mengerutkan kening karena bahasa yang digunakan didalamnya benar-benar mudah dicerna. Bahkan ketika menuliskan hal –hal yang berbau serius di dalam catatannya. Mungkin karena pengalaman menulis bertahun-tahun lamanya membuat Daeng Battala yang juga aktif di beberapa komunitas ini bisa menggunakan pilihan kata yang tepat,

Ttak jarang beberapa catatan membuat saya tersenyum sampai ngakak. Nonbar di 21, insiden kecil di Alfa, dan tentu saja postingan si Raja Dangdut. Bhenharh bhenarh lhuchuh.
Saya tunggu postingan berikutnya, Daeng.

Saya juga sempat dibuat terharu ketika melangkah pada halaman-halaman yang bercerita tentang keluarga. Kehangatan sebuah keluarga benar-benar terasa di sana. Catatan yang benar-benar yang tertuang dari hati.

Banyak dari tulisan itu yang membawa saya ke masa lalu Daeng Battala. Dari sana saya tahu bahwa tengkorak dan warna merah sudah menjadi simbol keramat bagi FT-UH bahkan ketika saya masih asyik main perosotan di TK. Sayangnya Daeng Amril tidak menceritakan bagaimana prosesi Ospek tahun 89. Yah, sekedar bahan perbandingan. Mengingat POSMA 2001 dulu termasuk kelam. Hehe….salah satu akibatnya yah sampai sekarang saya tidak pernah hapal dengan Mars UNHAS. Parah kan?

Catatan-catatan itu juga membawa saya pada beberapa event – event penting yang terjadi ditahun 2007 kemarin dan kedua-duanya tidak dapat saya hadiri. Pesta Blogger dan Voice of Freedom. Sehingga kesempatan untuk bertatapan langsung dengan pemateri di VoF ini pun lewat begitu saja.

Walau tidak setiap bulan muncul, namun saya bisa melihat kalau Daeng Battala juga selalu meluangkan waktunya untuk melakukan Blogwalking. Dari sana saya juga tahu bahwa di sela kesibukannya ternyata Daeng Battala juga masih menyempatkan untuk sekedar memberikan kometar pada postingan –postingan di blog seseoreang. Salah satunya adalah blog milik KuBuGil Tanzil. Daeng Battala juga ternyata pengunjung setia blog yang berisis resensi buku. Dunia para blogger ternyata masih sempit, karena seperti beliau saya juga sering sekali mengintip tumpukan buku buku tersebut.

Sebenarnya banyak hal yang masih bisa diungkap dari Catatan – Catatan Dari Hati ini. Namun seperti halnya buku saya tidak mau terlalu banyak memberi spoiler. Mungkin tak masalah bagi orang yang telah membaca, namun tidak, bagi orang-orang yang sama sekali belum pernah menjejakkan langkahnya di sana.

Tak banyak yang saya tuliskan ketika berbicara tentang template, karena untuk masalah yang satu ini saya sendiri masih perlu belajar dan sedikit bantuan.

Secara keseluruhan , semua tertata dengan rapi. Walau saya berharap ketika masuk, semua postingan bisa langsung terbaca sepenuhnya tanpa harus pindah ke halaman berikutnya.begitu juga ketika melihat bagian arsip setiap bulannya. Beberapa kali kunjungan, saya juga melihat blog ini sedikit pucat. Mungkin karena dominasi warna putih di dalamnya. Namun saya yakin, Daeng Battala punya maksud tersendiri dengan pengaturan postingan dan pemilihan warna tersebut.

Kesimpulan akhir, menulis review blog ternyata tak jauh beda dengan menuliskan review buku. Masing-masing punya tantangan tersendiri. Yang jelas, menyelesaikan review blog milik Daeng Battala ini merupakan awal yang menyenangkan untuk melanjutkan review blog berikutnya.



Quote : The Pursuit of Happynes
Februari 8, 2008, 8:40 am
Diarsipkan di bawah: quote



Christopher Gardner : Hey. Don’t ever let somebody tell you… You can’t do something. Not even me. All right?
Christopher: All right.
Christopher Gardner: You got a dream… You gotta protect it. People can’t do somethin’ themselves, they wanna tell you you can’t do it. If you want somethin’, go get it. Period.



Song for Today
Februari 6, 2008, 6:31 am
Diarsipkan di bawah: my days, my song

Tadi pagi dengar di Prambors
Jadi suka ma Lyricnya
Sayang MP3nya blom ada di MP
Akhirnya Dowload Video di Youtube

Adele – Chasing Pavement

I’ve made up my mind
dont need to think it over
if im wrong i am right
dont need to look no further
this aint lust i know this is love

but if i tell the world
i’ll never say enough
cos it was not said to you
and thats exactly what i need to do
if i end up with you

should i give up
or should i just keep chasing pavements
even if it leads no where,
or would it be a waste
even if i knew my place should i leave it there.
should i give up
or should i just keep chasing pavements
even if it leads nowhere

i build myself up
and fly around in circles
waiting as my heart drops
and my back begins to tingle
finally could this be it

or should i give up
or should i just keep chasing pavements

even if it leads no where,
or would it be a waste
even if i knew my place should i leave it there.
should i give up
or should i just keep chasing pavements
even if it leads nowhere

yeaaah ehh

should i give up
or should i just keep chasing pavements
even if it leads no where,
or would it be a waste
even if i knew my place
should i leave it there

should i give up
or should i just keep on chasing pavements
should i just keep on chasing pavements

ohhhh ohh

should i give up
or should i just keep chasing pavements
even if it leads nowhere
or would it be a waste
even if i knew my place should i leave it there

should i give up
or should i just keep chasing pavements
even if it leads nowhere



Buku Gratis dari Rara
Februari 1, 2008, 7:07 am
Diarsipkan di bawah: my days

Setelah menyelesaikan review buku yang satu ini, saya laporan ke Rara.
Tidak disangka disms balasan Rara ada tulisan
“…Buku yang direview itu buat Ally aja”

yaiy..
Jarang jarang ada buku gratis.
Terima kasih Ra’.