See, Listen, Think and Write


What A Question!!!
September 12, 2008, 5:33 pm
Diarsipkan di bawah: my thought | Tag: ,

Kalau dengan pertanyaan “ umur kamu berapa?” masuk dalam list pertanyaan tidak sopan dan tidak pantas diajukan pada seorang wanita yang baru dikenal, bagi saya tidak masalah. Beberapa orang memang sedikit sensitif dengan pertanyaan ini. Tanpa malu – malu ataupun ragu, saya akan memberitahu 2 angka itu kalau ada yang tanya.

Usia saya memang tidak muda lagi, toh itu bukan jadi cerminan jiwa di dalamnya. halah.!!

Namun lain halnya kalau pertanyaan yang diajukan itu adalah “ Kerja di mana?”. Semua saraf saya sentak akan menengang. Kalau kekuatan ninja, orang itu pasti sudah saya sambit. Kalau punya naga, orang itu pasti sudah terpanggang oleh panasnya api yang disemburkan sang kadal raksasa. Atau kalau punya kekuatan sihir, orang itu tentu sudah terkena mantera Crusio kalau nggak Avada Kedavra. Sadis? Hahaha…

Alasannya simpel, setelah resign dari kantor setahun yang lalu, sekarang saya hanya pekerja serabutan yang jam kerjanya tidak tentu. Bisa dibilang waktu luang banyak banget. Untungnya saya tidak bingung mau ngapain. Salah satunya karena di rumah saya punya banyak tumpukan buku yang harus dilahap.

Apa karena di luar sana sudah tidak ada lapangan pekerjaan? hohohoho…tentu tidak, bahkan bisa dibilang setiap minggunya perusahaan kecil sampai besar membutuhkan karyawan. Tidak percaya? Liat saja di Kompas setiap sabtu dan ahad. Dari iklan baris sampai yang ngambil setengah halaman full.

Apa karena saya tidak punya kemampuan? Jangan salah, saya sudah pernah di terima beberapa perusahaan dan satu departemen. Ada yang akhirnya saya tolak karena gaji yang tidak masuka akal. Yang lainnya karena kantornya berada di Jakarta, saya terpaksa mengundurkan diri. Itupun karena kekhawatiran Mama yang berlebihan. Dari berita banjir sampai berita kriminal yang saat itu tidak hentinya berseliweran di TV membuat Mama tidak memberi ijinnya

Saya sempat kecewa sekali. Karena mimpi yang sudah di depan mata akhirnya terpaksa saya lepas. Kalau setiap tetes air mata yang keluar dihargai $1, saya pasti sudah jadi jutawan saat ini. Hah.

Untungnya tidak butuh waktu lama untuk bangkit lagi dari keterpurukan(halah). Walau memang tidak mudah. Namun semua itu bukan akhir segalanya. Nyawa saya sampai detik ini belum meninggalkan tempat dan Alhamdulillah sampai detik ini saya masih bisa melihat matahari terbit dan tenggelam setiap harinya Dan itu berarti rezeki dari Allah akan tetap ada untuk saya. Lagi pula, selama saya masih bernafas, rahmat Allah tidak akan pernah terputus. Saya percaya, pertolongan Allah itu dekat.

Lagi pula masalah yang saya hadapi sekarang belum ada apa – apanya dengan masalah beribu orang di luar sana. Saya sebenarnya harus bersyukur, karena masih bisa kerja serabutan seperti sekarang. Toh kerjaan itu halal. Karena kerja serabutan itu juga masih bisa buat saya main ke Gramedia, masih bisa beli cokelat yang saya suka, masih bisa … dan masih bisa… dan masih bisa….

Sekarang, kalau ada yang tanya. Saya tidak lagi ragu menjawabnya ^_^V

XYXYXY: “ Ally kerja di mana?”.

Ally: “Anywhere