See, Listen, Think and Write


Orang Yang Lebih Bodoh 1.1
November 12, 2008, 1:42 pm
Diarsipkan di bawah: me me me, orang bodoh | Tag: ,

Orang yang meminjamkan buku adalah orang bodoh…tapi orang yang lebih bodoh adalah orang yang meminjam buku dan mengembalikannya…

Sejak dapat quote di atas, rasa bersalah selalu timbul setiap kali saya akhirnya memutuskan untuk meminjam, tidak membeli buku apalagi mengajak mereka pulang. Pengennya sih bisa puna semuanya, namun apa daya, tangan tak sampai, tabungan tak cukup untuk menjadikan mereka sebagai penghuni tetap rak.buku di rumah.

Sampai akhirnya datanglah ide ini, sekaligus menutup rasa bersalah. Setidaknya kalau tidak bisa membeli buku mereka dan menghargai setiap titik keringat yang mereka miliki, setidaknya saya bisa bantu sedikit “mempromosikan” buku mereka. Mungkin hanya resensi (sangat) singkat sambil berharap di luar sana akan banyak orang yang membeli buku mereka. ^__^V

Tulisan ini juga tidak akan saya cross posting di bacaan-ally. Soalnya blog yang satu itu hanya buku – buku yang berada di rak buku, lain tidak. Sekedar catatan, buku – buku ini bukan jadi buku pertama yang saya pinjam. Tapi tak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu hal yang baik. Bukan begitu? Hihi

L l

Buku ini pinjaman dari k Ina. Sempat sih masuk di wishlist tapi akhirnya keluar, begitu tahu dah ada di tangan perempuan yang sangat menyukai ungu ini.

Begitu membaca bagian awal, kata – kata di buku ini sudah membuat saya terpikat. Ucapan terima kasih yang tidak biasa. Suka suka suka. Tak ragu lagi untuk mulai perjalanan wanita yang jadi tokoh utama ini yang awalnya sempat membuat saya mengernyit. Bagaimana tidak, dia terobsesi memiliki pacar dari A- Z. Jangan gila dong!!! Hubungan dengan pria- pria itu pun tidak bertahan lama. hanya sekitar sebulan dua bulan. Sampai akhirnya dia sampai pada huruf L. Anehnya sampai beberapa bulan, ia tak kunjung mendapatkannya satu pun pria dengan inisial L. Padahal dia telah berjanji bahwa pria L ini akan menjadi the Last one. Sayangnya tak semudah yang dipikirnya.

Cerita yang menarik. wanita yang sempat membuat dahi saya berkerut di bagian awal akhirnya menarik simpati saya( sedikit). Walau bukan tipe cewek lemah tapi sosok dia bukan tipe wanita sok “kuat”. Ending yang cukup mengejutkan dan closing theme Someday Will Know melengkapi manis pahitnya buku ini.

3.5 from me

Cado Cadocado-cado

Buku ini Ally pinjam dari Nhie. Awalnya kaget begitu tahu kalau anak yang satu ini beli buku. Hehehe…no hard feeling Nhie. Soalnya selama ini tak sekalipun saya pernah membahas buku bersamanya. Tapi begitu tahu kalau buku dari terbitan bukune ini ada ditangannya, saya langsung ngantri untuk minjam. Please do not ask why.

Buku yang berisi kumpulan pengalaman sang dokter selama menjalani masa – masa Koas di beberapa rumah sakit. Cerita – certia ini juga bayangan saya tentang koas yang sempat diceritakan teman-teman jadi lebih nyata. Walau dibilang sedikit garing, adalah beberapa cerita yang membuat saya tersenyum simpul. Yang mengejutkan di antara semua itu, ada beberapa bagian yang membuat saya tersentuh. (cozy)

3 for its lesson of life

Think, Tinkathinktinka

Ini buku punya k’ Ina. Hmmm…jadi penasaran dengan buku – buku koleksi k Ina berikutnya…hehe..penyakit minjam jadi makin akut neh…

Membaca buku yang satu ini membuat saya jadi senyum senyum (miris) sampai menertawakan diri sendiri. Bagaimana tidak, ceritanya itu loh…aih aih…

Tinka, perempuan yang tak juga kunjung bisa melupakan masa lalu. Bahkan ketika semua itu sudah belalu bertahun – tahun lamanya. Parahnya, seseorang dari masa lalu itu kembali ke permukaan. Membuka cerita lama dan tentu saja menorekan luka baru di tempat yang sama. Poor Tinka. Bagian itu yang membuat saya sedikit gemas. Come on girl!!! Sosok Tinka tuh membuat kalimat ajaib “ Time will heal everything” jadi nggak berfungsi. Ugh…

Setidaknya buku ini bisa jadi pelajaran untuk tetap percaya bahwa ada sesuatu yang indah yang menunggu kalau kita benar – benar mau buka mata dan hati. Halah..hihi

Penggalan beberapa lyric lagu adalah bagian yang jadi daya tarik dari buku ini.Tentu saja yang paling saya suka adalah lagu I Miss You-nya Incubus. Hehehe..(rock)

Bellamorebellamore-a-beautiful-love-to-remember

Buku dengan sampul yang tidak begitu saya sukai. Hohoho .. again and again, don’t judge the book by its cover…tapi kadang sampul buku punya peran penting..^_^V

Mengejutkan ketika di akhir cerita, air mata saya sempat dibuat menyerebak. Apalagi ketika membaca surat dari Fabian. They said that it is Love when all you want is that person to be happy, even if you are not a part of their happiness.

Diskusi – diskusi Lana,sang tokoh utama, penuh dengan bahasa asing melimpah ruah di buku ini. Sayangnya tidak cerita tentang kota New York, yang jadi salah satu setting di buku ini, tak begitu mendetail.

Siapa Fabian, Siapa Lana? Apa hubungan antara keduanya? Tentunya hanya bisa di baca di buku ini.

Love, Hate and Hocus – Pocus love-hate-hocus-pucus

Not attentive, that’s me. hihi..kenapa eh kenapa? Alasannya hanya satu. Buku ini juga ternyata di tulis oleh perempuan yang menulis Bellamore. Harusnya saya bisa langsung tau karena ada persamaan di buku ini dengan buku di atas. Namun namanya juga terserang penyakit not attentive akut, jadi hal – hal kecil seperti itu terlewat begitu saja

Walau ada kesamaan hubungan antara para tokoh di buku sebelumnya, untung saja jalan cerita buku ini jauh berbeda. Sekali lagi Karla M. Nashar memberi saya kejutan. Kalau dengan Bellamore saya dibuat tersedu-sedan (halah), kali ini saya dibuat terpingkal – pingkal . Akhir cerita yang benar- benar aneh!!! buku yang bisa dibuat jadi hiburan. Hihi..

Yah dari dua buku itu saya bisa ngambil stabillo dan menuliskan besar besar dengan huruf cetak di “catatan untuk diri sendiri”

“ Too much hate will turn you inside out”

huah hua hua hua hua

Dia, Tanpa Aku dia-tanpa-aku

Dari sampulnya bisa terlihat kalau buku yang satu ini masuk genre Teenlit. Alasan minjam sebenarnya karena rekomendasi sepupuku yang bilang ceritanya mengharu biru. Sayangnya begitu selesai melahap buku yang satu ini kesan itu tidak ada. Tapi ceritanya lumayan lah dibaca kalau punya banyak waktu luang.

Buku ini juga mengingatkan saya ma lagunya The Moffats(kabar mereka sekarang gimana yah> >.<) “ If Life is Short”(eh beneran ini kan judulnya gitu?). ceritanya gimana? Coba tebak aja dari judulnya. Hihihi…

Udah cukup segini dulu

Yah mungkin akan ada orang yang lebih bodoh 1.2 Just wait..hehehe….

Untuk semua penulis di luar sana, sekali lagi maaf yah. ^__^V peace..



Kejutan menyenangkan di Pagi Hari
November 10, 2008, 12:30 pm
Diarsipkan di bawah: cats, my childhood | Tag: ,

pendulum-from-tenshi

Aih aih..

Nggak nyangka, pas login di plurk kemarin pagi, tenshi ngasih tahu kalau aku jadi pemenang dari lomba mini yang dia adakan. Dan hadiahnya pendulum diatas. Cantik yah…

Wah padahal jawabanku tuh cuman ” to see those smile”. Bahkan jawaban- jawaban yang lain juga ga kalah keren. Yah mungkin emang dah rezeki.

Dan pas paketnya tiba ternyata Ally nggak cuman dapat satu, tapi dua. Satunya aku jadikan gantungan di HP gitu..Senangnya…

Makasih Tenshi…(cozy)