See, Listen, Think and Write


Quotes, I love it
Maret 23, 2009, 10:12 am
Diarsipkan di bawah: my thought, quote

kata

Entah sejak kapan menulis kutipan(quote) milik seseorang jadi kebiasaan. Begitu suka sama satu dua kalimat, yang pertama saya lakukan adalah menuliskannya kembali. Setidaknya sebagian dari yang saya baca itu tidak hilang begitu saja.Itu semua saya lakukan setelah mengangguk-angguk dan senyum-senyum sendiri sebagai tanda setuju ma semua kalimat sakti itu. Kenapa sakti? Karena tidak jarang kata-kata yang mereka ucapkan memberi kekuatan tersendiri. Apalagi kalau lagi down.

Sayangnya saya nggak pernah punya buku khusus untuk semua kutipan – kutipan itu. Di mana ada kertas kosong, di situ juga saya akan menuliskannya. Hebatnya, setiap kali dibaca ulang, kata-kata itu nggak pernah terasa basi.

Dulu, pas senang-senangnya posting di multiply, setiap dapat quote baru pasti akan langsung posting. Tapi entah kenapa sekarang  jadi agak malas. Kalau ga salah sih berhenti sampai quote ke 32. Atau lanjut di sini aja yah. Let’s see

Kalau dah baca semua kata-kata itu, kadang saya mikir, kapan yah saya bikin kutipan sendiri. Trus dibaca ma seseorang yang mengangguk-angguk dan senyum -senyum tanda setuju seperti yang sering saya lakukan. hihi..yeah..SomedayI’ll make my own quote.

Ah  satu quote yang saya baca dari goodreads pagi ini. Begitu baca, saya jadi ingat masa SD. hihihihi

“Dance like no one is watching. Sing like no one is listening. Love like you’ve never been hurt and live like it’s heaven on Earth.” -Mark Twain-

Pic is taken from http://www.jiscdigitalmedia.ac.uk/



Rica- Rica; Ampun dah
Maret 19, 2009, 5:21 pm
Diarsipkan di bawah: Manado, me me me, my days

Akhirnya bisa nulis lagi.^__^

Ga terasa dah hampir tiga minggu tinggal di Manado. Udah mulai terbiasa dengan cuacanya. Beruntung, cuacanya nggak sepanas Makassar.Satu hal yang saya syukuri. Yah, saya memang ga tahan ma panas sih. Sedikit aja, pasti langsung meleleh. Senangnya lagi ditempatkan seruangan ma orang yang nggak nyentuh rokok. Ruangannya adem pula. Alhamdulillah…

Masalah dialek, ga ada masalah berarti. Masih pake bahasa Indonesia. Ada campuran sedikit bahasa daerah sih. Tapi bisa masih nangkap dikitlah. hehe

Yang  jadi masalah cuman satu. Makanannya. Dari awal aku dah diwanti-wanti. Di Manado nggak boleh sembarang  jajan. Soalnya jangan sampai ketemu ma yang diharamkan macam RW gituh. Yah sempat khawatir sih. Apalagi kemampuan masak yang nggak meningkat dari tahun ke tahun. hehehe

Sekali lagi Alhamdulillah, di dekat kantor ada tempat makan yang dijamin kebersihan dan kehalalannya. Tapi masalahnya hampir semua makanannya dikasih cabe. Huhuhuhu..dari penampakannya aja mengerikan. Liat aja contoh di bawah ini. duehh..kasihan lambungku. Untungnya Ibu pemilik kantin bisa dilobi. Jadi aku selalu minta tempe, tahu, ikan tanpa rica-rica. Tapi kalau lagi sial bisa kehabisan. Pernah suatu hari akhirnya terpaksa nelan semua cabe merah itu. Alhasil, perutku panas dan efeknya tuh sampai malam. huhuhu..Jadi ga bisa tidur. Mungkin lambung ini emang nggak bisa cepat beradaptasi..fuuhhhhhh.

rica-rica

Ps: Pic is taken from www.pbase.com