Uncategorized

Innocent Voices


Semalam baru aja main ke tempat rental. Awalnya sih mau nyari Nothing Hill untuk dipakai di kelas (hari ini di buku mereka bakal ngebahas tentang film yang satu itu, walau mereka hanya liat beberapa scene). Tapi saking lamanya film itu dah ga’ ada di tempat rental atau emang tempat rentalnya yang ga’ lengkap? hihihi…

Akhirnya mutusin untuk nyari film lain.akhirnya mutusin ngambil Film yang dah lama dibicarakan ma mbak rury (my coordinator). Innocent Voices. Menurutnya sih film yang wajib dinonton. Dan katanya sih diangkat dari kisah nyata di el salvador.

Dan emang ga’ salah filmnya emang touching banget. Hiks, sampai nangis beberapa kali. here the sinopsis:

Based on the true story of screenwriter Oscar Torres’s embattled childhood, Luis Mandoki’s Innocent Voices is the poignant tale of Chava (Carlos Padilla), an eleven-year-old boy who suddenly becomes the “man of the house” after his father abandons the family in the middle of a civil war.

El Salvador in the 1980s, the government’s armed forces are already recruiting twelve year olds, rousting them out of their classes at the local middle school. If he is lucky, Chava has just one year of innocence left, one year before he, too, will be conscripted to fight the government’s battle against the peasant rebels of the FMLN. Chava’s life becomes a game of survival, not only from the bullets of the escalating war, but also from the dispiriting effects of daily violence. As he hustles to find work to help his single mother pay the bills, and experiences the pangs of first love for a beautiful classmate, Chava’s tiny home village becomes both playground and battlefield.

Armed only with the love of his mother (Leonor Varela) and a small radio that broadcasts a forbidden anthem of love and peace, and faced with the impossible choice of joining either the army or the rebels, Chava finds the courage to keep his heart open, and his spirit alive, in his race against time.

Ga  kebayang kalau itu menimpa. Desingan peluru yang bisa terjadi kapan dan di mana saja. Kehilangan saudara laki-laki karena dipaksa untuk jadi tentara yang bakal memerangi saudaranya sendiri. Mungkin ini yang dirasakan anak-anak Aceh waktu GAM masih berkeliaran. Bahkan anak-anak dibelahan dunia lainnya. Dah sepatutnya bersyukur untuk semua yang aku punya sekarang ini.

Advertisements

3 thoughts on “Innocent Voices

  1. ally, yang dicari itu Notting Hill yang main Julia Roberts ama Hugh Grant itu ya? ato memang Nothing Hill ya?
    Kalo yang Notting Hill itu aku ada tuh, mo pinjem *wink-wink* hue he he he he he

    Eh, by the way, yang Innocent Voices itu keren banget ceritanya… tapi kayaknya gak populer ya? mungkin karena ceritanya gak komersil kali ya?
    Eh, kalau gitu aku kasi rekomendasi nih, film judulnya OSAMA. Wuih, asli, keren banget lo, cerita tentang seorang anak perempuan di Afganistan yang terpaksa menyamar jadi anak laki-laki untuk menyelamatkan ibu dan nenek nya dari kelaparan. Karena masa kekuasaan Taliban, kan perempuan gak boleh kerja, padahal ayahnya udah gak ada, jadi mereka gak punya penghasilan dan hampir mati kelaparan, akhirnya dia dan ibunya nekat, menyamarkan dia jadi anak laki-laki supaya bisa kerja dan dapat uang, cuma sialnya, dia kena pula razia dan harus sekolah di sekolah Taliban karena dikirain anak laki-laki, dan akhirnya ketahuan kalo dia anak perempuan dan hampir dihukum mati, tapi akhirnya gak jadi, cuma gak happy ending juga, karena akhirnya dia selamat karena ada satu orang kakek2 mata keranjang yang beli dia untuk dijadikan istri, sedih banget deh….

  2. ya, eh, aku penasaran deh ama buku yang tentang cewek Afganistan itu, judulnya apa ya?

    Terus, pernah juga tuh baca buku nya Morritz Gleitzman yang Boy Overboard (terbitannya Gramedia kog), weh, sedih banget deh, aku sampai mo nangis, tentang anak afganistan yang berusaha lari ke australia, ibunya hampir saja dihukum tembak karena berani membuka sekolah dan ngajar. aduh serem banget…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s