my thought

Merekayasa Psikotest


Sejak bulan september tahun lalu, demi masa depan yang lebih cerah (halah), saya mulai bergelut dengan rangkaian psikotest. Dari soal matematika perbandingan, persamaaan maupun lawan kata, deret, gambar kotak dan titik, Wartegg(8 kotak), gambar pohon, orang, rumah, EPPS sampai test pauli yang selalu berhasil membuat tangan pegal dan mata saya berkunang-kunang.

Sebenarnya psikotest bulan september itu bukan yang pertama. Karena setelah lulus STM, saya pernah ikut test perekrutan karyawan di salah satu perusahaan telekomunikasi. Sayangnya yang dibutuhkan hanya para teknisi pria. Jadi tersingkirlah semua murid perempuan. Saya sendiri sudah kalah telak di test pertama
Hihi..

Yang mengejutkan, setelah 6 tahun berlalu dari test pertama, ternyata semua soal itu tidak ada yang berubah. Bahkan angka-angka dan gambar-gambar yang digunakan pun sama. Hmmmm…

Dari Mr D, saya pun mengetahui semua trik –trik dalam menghadapi semua test tersebut. Bagaimana mengisi ke delapan kotak, apa yang boleh dan tidak boleh digambar. Saya sampai latihan(kursus) menggambar(kalau yang satu ini keinginan dari kecil) ^_^V Alhasil, saya lulus di semua test tersebut. Walau akhirnya pekerjaan-perkerjaan itu harus saya lepas karena satu dan lain hal. *sigh

Hari sabtu pekan lalu, untuk kesekian kalinya saya ikut psikotest di sekolah. Sebenarnya itu test untuk perekrutan guru tetap di sekolah. Saya sendiri tidak punya niat untuk itu. Tapi atas anjuran Mr D, akhirnya saya dan beberapa teman ikut. Karena hasil pemeriksaan psikologis kali ini dapat kami ketahui. Hehehe..

Akhirnya hari selasa kemarin, lembaran itu sampai ke tangan kami. Nilai nilai yang dilihat adalah kecerdasaan, sikap kerja dan kepribadian. Nilai saya sendiri berkisar dari cukup sampai baik. Lain dengan reaksi teman –teman lain, saya malah tidak begitu senang dengan hasil ini. Karena ini bukan saya yang sebenarnya. Semua penilaian yang diberikan oleh psikolog yang cukup terkenal di Makassar itu adalah hasil latihan saya selama beberapa bulan. jadi penasaran dengan hasil saya yang sebenarnya. Tidak menutup kemungkinan nilai nilai yang saya peroleh tidak sebaik sekarang.

Untuk semua psikolog di luar sana. Maaf yah..

Advertisements

2 thoughts on “Merekayasa Psikotest

  1. ( *v* )… wa…h … akhirnya ada yg sadar juga,
    bahwa psikotest itu ga perlu sampe terlalu dipelajari banget…

    yg patut dipelajari adalah

    “instruksinya harus didenger dengan baik,
    jadi ga salah2 ngisi” dan “konsentrasi”.
    “sebelum psikotes, harus makan enak (bergizi) dan tidur nyenyak”

    Itu aja resepnya…

    karena kalo terlalu dipaksa harus masuk ke bidang pekerjaan yg bukan minat dan kemampuan kita,

    kita akan “gila” dibuat pekerjaan tersebut, karena ga COCOK dengan diri kita yg sebenarnya…

    bukan hanya perusahaan yg rugi, tapi anda sbagai karyawan pun akan sangat rugi, karena “jiwa anda akan sakit” karena terlalu dipaksa untuk kerjaan yg ga cocok tsb…

    walopun ada masa adaptasi, tapi itu akan sangat lama…
    kalau lah anda sebagai atasan perusahaan tsb, pasti anda akan memilih orang yg sudah bisa… daripada orang yg harus dilatih & beradaptasi dengan pekerjaan tsb kan?

    hehehehehe

    daku baru lulus S2 Psikolog Industri dan Organisasi di USU…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s