my thought

Mabok Puisi

writing poetry

For all poets, please ,no hard feelings.

Ketika tulisan ini saya posting, tepat 11 hari saya berkutat dengan 100 puisi yang dikumpulkan menjadi satu buku oleh GPU dan diberi judul 100 Puisi Indonesia Terbaik 2008.

Buku ini menjadi buku kedua milik dari Rara yang saya review. Awalnya saya ragu. namun toh akhirnya saya mengiyakannya. Bisa dibilang saat itu saya benar-benar nekat. Padahal suara – suara yang entah berasal dari mana dengan kerasnya berteriak memberitahu bahwa puisi-puisi itu bukanlah puisi yang bergenre sama dengan puisi yang saya pelajari di bangku SD. Puisi – puisi yang ada di dalam buku dengan ketebalan lebih dari 200 halaman ini punya bahasa yang jauh lebih sulit dicerna dibanding Kerawang Bekasi ataupun kumpulan puisi yang ada dimuat di majalah BOBO. Namun teriakan itu kalah telak oleh rasa penasaran.

*Ubah Posisi Duduk*

*Bersihkan Pikiran*

*Mulai Membaca*

Lima menit kemudian..

^_^ >> @__@ >> *_* >> Ф_Ф >> Ø_Ø

Tak perlu waktu lama untuk mengakui bahwa semua teriakan itu benar. Puisi pertama yang saya baca sudah membuat mata saya jadi berkunang-kunang karena saya terlalu memaksakan diri untuk mengetahui makna dari satu puisi yang penuh dengan kata kata yang rasanya tak berhubungan satu sama lain.

Buku itu tak lantas saya letakkan begitu saja. Saat itu saya benar-benar percaya bahwa akan ada puisi yang bisa dengan mudah saya pahami.

Satu, dua, tiga, empat ,……,seratus!

Dari semua puisi itu hanya beberapa yang berhasil saya mengerti. Hehe.

Tidak salah kalau ada disalah satu halaman Opportunities-Upper Intermediate tertulis kalimat :

Most People Ignore Poetry, Because Most Poetry Ignore People.

Saya jadi bertanya-tanya, bagaimana semua kata-kata hasil rajutan yang begitu sulit dinikmati oleh otak saya itu masuk dalam jajaran puisi terbaik. Atau jangan – jangan karena kerumitan itulah yang membuat para juri akhirnya yakin dan sepakat merekatkan kata-kata 100 Puisi Indonesia Terbaik pada puisi-puisi itu.

Hmmmmm….

Yang tersisa sekarang adalah bagaimana memulai untuk menulis review buku puisinya

Advertisements

7 thoughts on “Mabok Puisi

  1. hohoho, congrats yah buat ‘rumah’ barunya.
    cuma bisa bantu merusuh saja XD
    *meninggalkan cap kaki di wordpress ally*

  2. Hai Ally … kalo masalah puisi sa yakin ji Ally tidak akan beranjak dari tempat duduk, sedangkan mereview novel saja Ally lahap habis 😛 hahahah

    baru kali ini saya jalan2 ke blog nya Ally .. cuma 3 huruf yang bisa saya ucapkan WOW

    Tetep nulis yah Ally … 😀

  3. Salam kenal
    Ally hebat ya, kalau aku belom bisa segitunya. sekarang sih lagi senang blog bayi karena kami baru punya bayi.
    padahal aku sangat senang sekali puisi..
    terus berkarya ya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s