my days

Congratulation Sist

Setelah seharian 2 hari tanaman saya biarkan tak tersentuh air, akhirnya kemarin sore saya memutuskan untuk menyelamatkan hidup bunga- bunga di pot dari kekeringan. Kalau M dan kakak tahu saya tidak nyiram bunga, omelan adalah hadiah yang akan saya dapatkan. Yah banyak alasan saya tidak melakukan ritual yang tidak pernah absen dilakukan kedua wanita pencinta bunga itu. pertama karena ketiduran dan kedua karena asyik melahap IMPERIA, buku hadiah dari kubugil.

Sementara main air dengan tanaman, ternyata ada telpon masuk ke HP. Sayangnya saya naruhnya di lantai du. Jadi jelas suara Afgan yang nggak pernah bosan menyanyikan Sadis tak terdengar. Begitu ngecek hp yang terlihat dilayar adalah 1 missed call. Nomornya agak asing, 081340674xxx. Karena penasaran siapa yang nelpon akhirnya saya ngirim ke sms. Ga butuh waktu lama untuk mendengar suara Afgan. “ Semoga tuhan membalas semua yang terjadi kepadaku suatu saat nanti..”

Begitu mengucapkan kata hallo, diujung telpon ternyata ada suara perempuan yang agak asing di telingaku

Perempuan Asing (PA; dengan suara yang agak dibuat-buat): “Mbak, Kami dari PT xxx. Kemarin mbak sempat ngirim lamaran gitu ke PO Box xxx. Kami harap kedatangan mbak ke kantor cabang kami untuk wawancara.”

(XXX = telingaku blom terkoneksi sepenuhnya dengan otak. Jadi begitu disebut saya langsung lupa lagi. Kemampuan audioku emang sedikit bermasalah)

Ally: “Wawancara??”

PA: “Iya. Wawancara. Kami harapkan kedatangan mbak besok”

Ally(dengan kening mengkerut akibat alis naik sebelah): “Eh tadi apa nama perusahaannya mbak?”

PA: “Perusahaan Maju Makmur”

Ally(mulai ketawa kecil dan sontak sadar sedang dikerjai seseorang): “Ini sapa? Nama perusahaannya koq jadul banget mbak?”

PA( Ngakak):” Ini kakakmu de’”

Ally: ”halah!!!!”

Kakak: *masih ngakak selama beberapa detik*

***

yah, ga lain nggak bukan yang nelpon tuh kakak-ku, Rahma yang baru saja selesai berjuang menghadapi gempuran para dosen di ruang sidang. Setelah hampir kurang lebih dua tahun belajar di ITS untuk nambah gelar M.Si di belakang namanya, akhirnya kemarin mimpinya jadi kenyataan.

Congratulation Sist.

Walau mengerjai ade’nya menurutku adalah cara melepas ketegangan sedikit aneh.

Kakak sebenarnya jarang ngerjain orang seperti ini. Tapi begitu rasa isengnya datang, tidak tanggung – tanggung. Waktu SD dulu saya pernah dijadikan orang yang menjalankan semua ide gilanya itu. Dari manggil-manggil penjual es serut tanpa niat membeli sampai ngerjain teman sekelasnya lewat telpon. Benar-benar deh. Yang jelas semua itu saya lakukan tanpa ada imbalan.

Begitu duduk di bangku SMP, sel-sel otak saya dah mulai berkembang. Jadi dah bisa milih kalau kakak mulai bertindak konyol lagi. bertaun – tahun berlalu akhirnya tingkah kakak malah berubah drastis. Begitu masuk SMA, kakak yang dulunya tomboy itu memutuskan untuk make kudung.

Dari kecil kakak emang lebih milih main bareng anak cowok. Bahkan penampilannya pun sempat dibuat mirip anak cowok. Rambutnya sering di potong pendek menyerupai gaya rambut anak cowok. Dibandingkan kakak Irma, kakak rahma memang lebih berani. Bahkan tidak jarang nantang mereka untuk berkelahi. Pernah suatu kali, kakak berkelahi dengan anak tetangga. Hasilnya bisa ditebak dari pakaian yang ditutupi dengan lumpur hitam. Singkat cerita ternyata pas berkelahi gitu, kakak di dorong sampai jatuh ke got. Melihat kondisi kakak yang benar- benar berantakan, ga tahu kenapa saya langsung nangis tersedu-sedu. Mungkin karena tidak rela ngeliat orang yang tidak pernah bosan nyeritain dongeng sebelum saya tidur dalam kondisi yang berantakan seperti itu

Sejak duduk di bangku SMA, kelakuan kakak memang berubah. Jadi lebih dewasa. Kakak juga jadi jarang main bareng adiknya yang masih duduk dibangku SD. Tidak seasyik dulu lagi. Bahkan kakak mulai sering ngelarang ini itu. Sehingga tidak jarang pertengkaran – pertengkaran kecil terjadi hanya gara – gara masalah sepele.

Semua itu berlanjut sampai ketika akhirnya kami bertiga pindah ke Makassar dan tinggal terpisah dengan M dan D. Kekuasaan kakak makin besar. Sebagai pengganti orang tua, aturan yang diterapkan kakak makin ketat. Termasuk pembagian tugas pekerjaan rumah. tidak jarang saya dapat omelan karena membiarkan kamar berantakan dengan buku – buku atau hanya karena lupa giliran nyapu ataupun ngepel. Di antara omelan – omelan itu adalah beberapa hal seru yang kami lakukan bersama. apalagi kalau bukan belanja, makan, nonton dan masak bareng. Yah, rasionya seimbanglah dengan pertengkaran-pertengkaran kecil. Tidak hanya dengan kakak rahma sih, kakak irma juga sering.

Rumah masih rame dengan suara – suara kami sampai pertengahan tahun 2003 ketika kakak memutuskan untuk kembali ke kendari karena pekerjaan. Sampai akhirnya benar-benar sepi sampai di akhir tahun 2007 karena kakak Irma juga akhirnya pindah ke Malili. Kalau dulu sering kesal ma selalu jadi sasaran omelan kakak, sekarang saya benar – benar kangen ma semua masa itu. walau masih sering telpon ataupun sms-an, tapi tetap saja ada yang beda.

Jadi ingat kata Mr D, Saudara, kalau berdekatan, baunya menyengat. Tapi kalau sudah terpisah jauh, wangi banget. fuh…jadi beneran kangen

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s