me me me · my days · my thought

Nulis Ah, Nulis Yuk, Nulis Dong

Posting seposting postingnya. Itu istilah dari anak-anak THBB untuk kelakuan seseorang secara tiba-tiba ngereply semua thread, termasuk yang sudah basi sekalipun, yang ada di buletin board setelah sekian lama tidak login. Hal itulah yang akan saya lakukan. Setelah sekian lama tidak posting di blog ini karena sakit, maka hari ini saya akan mengeluarkan semua draft tulisan yang selama ini hanya tersimpan di benak dan folder di komputer usang di rumah. Yah, memang sedikit kewalahan karena kecepatan ide-ide yang mengalir tidak sebanding dengan kecepatan tangan saya untuk menuliskannya. Untuk masalah yang satu ini saya memang agak malas.

Padahal saya tahu betul, bahwa hanya dengan menulislah pikiran saya bisa dinetralisir dari semua hal yang rasanya tidak pernah berhenti berkeliaran. Namun apa daya, sering kali saya menyalahkan ini dan itu untuk semua bangkai – bangkai ide yang berserakan.

Yah, memang sering sebuah ide akhirnya berguguran tanpa pernah melihat sinar matahari. Tidak tersedianya kertas dan alat tulis di sekitar juga yang membuat saya sedikit malas untuk menumpahkan semua isi kepala. Tidak jarang hal yang menghalangi saya untuk menulis adalah mood yang sedang tidak dalam kondisi fit untuk diajak kerjasama. Selain itu juga dikarenakan saya selalu ingin langsung menuliskannya di komputer dan menulis sementara di kertas tidaklah efisien. Namun begitu menyalakan komputer, hal yang saya lakukan pertama adalah membuka aplikasi game. Bahkan kalau sudah keasyikan, tak satu kata pun yang akhirnya berhasil saya tuliskan.

Soal games, saya memang sudah kecanduan. Tidak perlu bertanya jenis game apa yang saya mainkan, yang jelas merekalah salah tempat pelarian saya ketika pikiran saya lagi kalut. Bahkan ketika stuck dengan salah satu draft postingan baik tulisan konyol ataupun review buku, otomatis saya langsung mengaktifkan salah satu dari mereka. Apakah mereka membantu ? sama sekali tidak. Karena pikiran saya seluruhnya terkonsentrasi bagaimana menyelesaikan. Sehingga begitu kembali pada draft yang saya tinggalkan tidak ada satupu hal baru. dan sering akhirnya mereka hanay berupa draft yang tidak kunjung selesai. Fuh…kadang –kadang saya berpikir alangkah baiknya jika game-game yang ada dikomputer tua ini didelete saja. Sehingga ketika duduk di depan komputer saya bisa memusatkan konsentrasi. Namun tidak sekalipun semua rencana itu saya lakukan. Karena saya tidak bisa membayangkan jika komputer yang seharusnya dimasukkan museum ini beroperasi tanpa ada game di dalamnya. Walau yang ada hanyalah game game keluaran GameHouse. 😛

Mungkin sudah saatnya lebih disiplin dalam menulis. Keterbatasan yang ada di depan mata tidaklah pantas untuk dijadikan alasan. Sepanjang masih ada kertas kosong dan pen ataupun pinsil, semua ide yang berseliweran di kepala tetap bisa di transfer di atas kertas sebelum semua menghilang tanpa bekas.

Seperti yang dikatakan Bud Gardner yang juga ada dalam buku Chicken Soup For The Writer Soul. “Ketika Berbicara, Kata-Katamu Hanya Bergaung Ke Seberang Ruangan atau Di Sepanjang Koridor. Tapi Ketika Menulis, Kata – Katamu Bergaung Sepanjang Zaman”..

Nulis yuk…

Advertisements

2 thoughts on “Nulis Ah, Nulis Yuk, Nulis Dong

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s