me me me · my days · my thought

I Was Under The Rain

Under The rain

Akhirnya postingan baru muncul juga di blog ini. ^_^.Bukannya tidak ada ide untuk nulis. Malah sebaliknya saking banyaknya yang mau di tulis, jadi bingung mau mulai yang mana duluan. Halah!Tapi hal itu memang benar-benar terjadi, saudara-saudara!!! Hanya saja semuanya saya biarkan berguguran sebelum berkembang (hahaha…lagu favorit D waktu saya masih SD). Yah, satu lagi pelajaran dalam dunia tulis menulis. Kalau dah ada sesuatu yang melintas di pikiran , jangan menunda untuk menuangkannya dalam tulisan. Kalau memang sibuk tuliskanlah dalam sebuah catatan kecil ataupun di notes yang selalu tersedia dihampir semua HP. Soalnya kalau dibiarkan menumpuk di kepala, bisa-bisa semuanya akan hilang hanya dalam hitungan hari, jam bahkan detik dan itulah yang terjadi pada saya. Kecuali kemampuan otak Anda memang di atas rata-rata.Tuh kan ada ide baru lagi. Kapan kapan saya mau nulis ah tentang kemampuan otak. Hehehe….

Yang tulisan dibawah ini adalah salah satu yang berhasil survive setelah diterjang badai selama beberapa hari.

Beberapa hari belakangan ini, banyak sekali hal yang membuat emosi saya naik turun. Dari yang excited sampai yang akhirnya sesegukan. Ada apa? Ada apa? Ada apa?

Excited karena akhirnya panggilan psikotest di salah satu perusahaan yang dah saya tunggu selama beberapa pekan akhirnya muncul. Kalau sesegukan, yang satu ini agak sedikit panjang ceritanya.

Tepat hari rabu yang lalu (dua hari setelah panggilan psikotest itu datang), saya akhirnya benar-benar yakin kalau saya memang belum memenuhi standar kualifikasi (baca: ga lulus, haha) di perusahaan yang proses rekruitmentnya hampir 6 bulan itu. Eh jangan salah, saya bukan sesegukan karena tidak lulus. Karena ini bukan untuk pertama kalinya saya ditolak oleh perusahaan. Walau memang sih agak sakit, soalnya semua perusahaan itu nolaknya pas di tahap terakhir. Kebanyakan alasannya sih, mereka mengutamakan para pria..argh…

Sampai beberapa hari pipi saya masih kering. Bukannya sok kuat. Tapi waktu yang tersisa terlalu singkat kalau dihabiskan hanya untuk meratapi nasib. Walau akhirnya pertahanan saya jebol. Penyebabnya adalah manga karya Takehiko Inoue, REAL. Ada satu kalimat yang membuat saya akhirnya sesegukan ketika membacanya kalimat yang dilontarkan salah satu tokoh di dalamnya. “Dia memilihmu dengan pertimbangan kalau anak ini pasti bisa melewatinya“Gosh…Allah ternyata masih menyapa saya bahkan lewat manga sekalipun.Saya percaya ini bukan kebetulan. Pipi saya jadi benar – benar basah karenanya.

Setelah benar benar lega, saya jadi ingat dengan satu ayat di surat Al Baqarah ayat 286 yang dulunya jadi kalimat “sakti” kalau lagi ada masalah jaman kuliah dulu.” Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya”

Baru juga beberapa jam setelah insident banjir air mata itu berakhir, tiba-tiba ada berita dari Wakasek. SK kepindahan yang telah beliau tunggu – tunggu akhirnya keluar juga. Itu berarti ruangan yang selama setahun ini kami (baca: alumni yang masih berstatus job seeker) jadikan ruang belajar harus segera di bereskan. Mengingat Wakasek yang baru akan segera datang. Gosh… pas dengar berita itu saya jadi benar-benar kaget. Soalnya masih banyak pelajaran yang belum selesai. Bahkan masih banyak ilmu yang beliau berikan yang belum sepenuhnya saya serap. Ga bakal ada lagi inet gratis. Sesegukan lagi? hehehe…tentu saja tidak. Saya sudah pulih seperti sedia kala. Yah, memang sih saya dan anak-anak yang lain tidak hanya kehilangan tempat belajar tapi juga seseorang yang selama ini sudah kami anggap sebagai bapak kedua.

Begitu dapat ijin untuk menyebarkan berita ini ke semua teman seperjuangan. Mereka langsung berebutan nelpon (sok penting mode on). Dan seperti yang saya tebak, reaksi mereka semua sama. hehehehe….

Awalnya saya juga seperti itu. Untung saja dua kalimat sakti di atas membuat saya kembali kuat. Mungkin memang ini yang terbaik untuk semua.

*sigh*

Untuk orang -orang di luar sana yang lagi down…cheers up..we can pass it through. Trust Me!!!

Advertisements

6 thoughts on “I Was Under The Rain

  1. Konnichiwa ally..
    Memang butuh kesabaran untuk bisa menerima kenyataan apalagi jika kenyataan tsb tidak sesuai dgn harapan kita. Tapi beruntung Ally, bs mendapat hidayah. Insha Allah kita semua dicintai oleh Sang Maha Pemurah.

    *thanks for the writing dear*

    Miss u

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s