See, Listen, Think and Write


Coldplay- Violet Hill
May 16, 2008, 3:27 pm
Filed under: Friday I'm in Love, my song | Tags: , ,

Was a long and dark December
From the rooftops I remember
There was snow
White snow

Clearly I remember
From the windows they were watching
While we froze
Down below

When the future’s architectured
By a carnival of idiots on show
You’d better lie low

If you love me
Won’t you let me know?

Was a long and dark December
When the banks became cathedrals
And the fog
Became God

Priests clutched onto bibles
Hollowed out to fit their rifles
And the cross was held aloft

Bury me in honor
When I’m dead and hit the ground
A love back home unfolds

If you love me
Won’t you let me know?

I don’t want to be a soldier
Who the captain of some sinking ship
Would stow, far below

So if you love me
Why’d you let me go?

I took my love down to Violet Hill
There we sat in snow
All that time she was silent still

So if you love me
Won’t you let me know?

If you love me,
Won’t you let me know?



I Was Under The Rain
May 9, 2008, 7:11 pm
Filed under: me me me, my days, my thought

Under The rain

Akhirnya postingan baru muncul juga di blog ini. ^_^.Bukannya tidak ada ide untuk nulis. Malah sebaliknya saking banyaknya yang mau di tulis, jadi bingung mau mulai yang mana duluan. Halah!Tapi hal itu memang benar-benar terjadi, saudara-saudara!!! Hanya saja semuanya saya biarkan berguguran sebelum berkembang (hahaha…lagu favorit D waktu saya masih SD). Yah, satu lagi pelajaran dalam dunia tulis menulis. Kalau dah ada sesuatu yang melintas di pikiran , jangan menunda untuk menuangkannya dalam tulisan. Kalau memang sibuk tuliskanlah dalam sebuah catatan kecil ataupun di notes yang selalu tersedia dihampir semua HP. Soalnya kalau dibiarkan menumpuk di kepala, bisa-bisa semuanya akan hilang hanya dalam hitungan hari, jam bahkan detik dan itulah yang terjadi pada saya. Kecuali kemampuan otak Anda memang di atas rata-rata.Tuh kan ada ide baru lagi. Kapan kapan saya mau nulis ah tentang kemampuan otak. Hehehe….

Yang tulisan dibawah ini adalah salah satu yang berhasil survive setelah diterjang badai selama beberapa hari.

Beberapa hari belakangan ini, banyak sekali hal yang membuat emosi saya naik turun. Dari yang excited sampai yang akhirnya sesegukan. Ada apa? Ada apa? Ada apa?

Excited karena akhirnya panggilan psikotest di salah satu perusahaan yang dah saya tunggu selama beberapa pekan akhirnya muncul. Kalau sesegukan, yang satu ini agak sedikit panjang ceritanya.

Tepat hari rabu yang lalu (dua hari setelah panggilan psikotest itu datang), saya akhirnya benar-benar yakin kalau saya memang belum memenuhi standar kualifikasi (baca: ga lulus, haha) di perusahaan yang proses rekruitmentnya hampir 6 bulan itu. Eh jangan salah, saya bukan sesegukan karena tidak lulus. Karena ini bukan untuk pertama kalinya saya ditolak oleh perusahaan. Walau memang sih agak sakit, soalnya semua perusahaan itu nolaknya pas di tahap terakhir. Kebanyakan alasannya sih, mereka mengutamakan para pria..argh…

Sampai beberapa hari pipi saya masih kering. Bukannya sok kuat. Tapi waktu yang tersisa terlalu singkat kalau dihabiskan hanya untuk meratapi nasib. Walau akhirnya pertahanan saya jebol. Penyebabnya adalah manga karya Takehiko Inoue, REAL. Ada satu kalimat yang membuat saya akhirnya sesegukan ketika membacanya kalimat yang dilontarkan salah satu tokoh di dalamnya. “Dia memilihmu dengan pertimbangan kalau anak ini pasti bisa melewatinya“Gosh…Allah ternyata masih menyapa saya bahkan lewat manga sekalipun.Saya percaya ini bukan kebetulan. Pipi saya jadi benar – benar basah karenanya.

Setelah benar benar lega, saya jadi ingat dengan satu ayat di surat Al Baqarah ayat 286 yang dulunya jadi kalimat “sakti” kalau lagi ada masalah jaman kuliah dulu.” Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya”

Baru juga beberapa jam setelah insident banjir air mata itu berakhir, tiba-tiba ada berita dari Wakasek. SK kepindahan yang telah beliau tunggu – tunggu akhirnya keluar juga. Itu berarti ruangan yang selama setahun ini kami (baca: alumni yang masih berstatus job seeker) jadikan ruang belajar harus segera di bereskan. Mengingat Wakasek yang baru akan segera datang. Gosh… pas dengar berita itu saya jadi benar-benar kaget. Soalnya masih banyak pelajaran yang belum selesai. Bahkan masih banyak ilmu yang beliau berikan yang belum sepenuhnya saya serap. Ga bakal ada lagi inet gratis. Sesegukan lagi? hehehe…tentu saja tidak. Saya sudah pulih seperti sedia kala. Yah, memang sih saya dan anak-anak yang lain tidak hanya kehilangan tempat belajar tapi juga seseorang yang selama ini sudah kami anggap sebagai bapak kedua.

Begitu dapat ijin untuk menyebarkan berita ini ke semua teman seperjuangan. Mereka langsung berebutan nelpon (sok penting mode on). Dan seperti yang saya tebak, reaksi mereka semua sama. hehehehe….

Awalnya saya juga seperti itu. Untung saja dua kalimat sakti di atas membuat saya kembali kuat. Mungkin memang ini yang terbaik untuk semua.

*sigh*

Untuk orang -orang di luar sana yang lagi down…cheers up..we can pass it through. Trust Me!!!



Song for This Week
May 9, 2008, 6:04 pm
Filed under: Friday I'm in Love, my song

Friday I'm In Love



I think that possibly, maybe I’m falling for you
Yes theres a chance that I’ve fallen quite hard over you.
I’ve seen the paths that your eyes wander down
I want to come too

I think that possibly, maybe I’m falling for you

No one understands me quite like you do
Through all of the shadowy corners of me

I never knew just what it was about this old coffee shop
I love so much
All of the while I never knew
I never knew just what it was about this old coffee shop
I love so much
All of the while I never knew

I think that possibly, maybe I’m falling for you
Yes theres a chance that I’ve fallen quite hard over you.
I’ve seen the waters that make your eyes shine
Now I’m shining too

Because oh because
I’ve fallen quite hard over you

If I didn’t know you, I’d rather not know
If I couldn’t have you, I’d rather be alone

I never knew just what it was about this old coffee shop
I love so much
All of the while I never knew
I never knew just what it was about this old coffee shop
I love so much
All of the while, I never knew

All of the while , all of the while
It was you

Landon Pigg- Falling in Love at a Coffee Shop



(more…)



One Tree for The Earth
April 22, 2008, 6:18 pm
Filed under: my days | Tags: ,

Buy your own tree @ www.mybabytree.org



Is There Vet Out There?
April 22, 2008, 6:11 pm
Filed under: my days, my thought | Tags:

Setelah melalui seleski alam yang ketat, dari 10 kucing, akhirnya yang bisa bertahan hanya Godai. Walau dilepas dan dibiarkan main di luar rumah, dia tetap tahu jalan pulang. Bahkan ketika pintu depan tertutup, dia akan masuk lewat pintu di lantai dua yang selalu saya biarkan terbuka ketika berada di rumah. Sedangkan kucing – kucing yang lain (Lala, Gigi, Yumiko, Kikyo, Lulu, Uti, Darto, dan dua kucing yang belum dikasih nama) memutuskan untuk meninggalkan rumah.

Saya selalu berusaha membawa mereka pulang, tapi keesokan harinya mereka akan menghilang lagi.Tanya kenapa?*sigh*

Setelah kepergian kucing – kucing yang didominasi warna orange dan putih itu pergi, akhirnya Godai jadi satu satunya kucing penjaga rumah. Setiap kali ada kucing yang mencoba menerobos masuk halaman pasti langsung dihalau dengan suaranya yang melengking. Tidak peduli kalau yang mampir tuh anak kucing kecil kelaparan. Tak jarang Godai harus melakukannya dari atas pohon karena kucing yang datang badannya jauh lebih besar. Hihi…

Dibandingkan saudara-saudaranya,Godai memang sedikit lamban. Kalau dibandingkan tiga saudaraya yang lain, Godai kecil adalah kucing terakhir yang bisa memanjat keluar dari kardus.

Awalnya tidak ada masalah dengan kucing yang badannya didominasi dengan warna putih ini. Tapi sejak kakak pindah ke kota lain, semua tiba-tiba berubah. Godai jadi lebih manja. Selalu pengen dielus dan mencoba ikut kemana pun saya pergi. Terutama kalau ke dapur ataupun ruang makan. Dia hapal benar kalau suara kulkas dibuka. Bahkan telinganya sensitif banget dengan suara plastik. Padahal belum tentu plastik itu isinya makanan.

Yang paling mengganggu tuh kalau lagi baca koran pagi atau buku. Pasti dia selalu berusaha untuk duduk diatas buku/koran yang memang sering saya taruh di atas lantai. Ugh…bahkan kalau sudah disingkirkan dan saya taruh di atas koran/buku lain dia pasti akan segera kembali ke posisi semula. Ugh…jadi kalau dah kesal, akhirnya saya terpaksa membawa Godai keluar rumah. Vet, What’s wrong with my cat? Apa karena pengaruh ditinggal ma ibu, tante dan saudara-saudaranya?

Godai sekarang hanya terlihat manis kalau sedang tidur.



Pidi Baiq; One of Brave Men Ever
April 15, 2008, 1:00 pm
Filed under: me me me, my thought | Tags: ,

mysterious man

Pidi Baiq.

Tahu siapa dia?

Nggak kan?

Hihi..kemana aja?

Yee..jangan langsung nanya ma om Google gitu dong apalagi sambil pasang muka cemberut seperti itu.

Tenang-tenang! Anda tidak sendiri.

Pidi Baiq bukanlah seorang “pakar” terkenal yang dengan sekali pandang bisa menyatakan kalau suatu foto itu rekayasa atau bukan. Beliau juga bukan salah satu orang yang puisinya masuk ke 100 Puisi Indonesia Terbaik 2008 yang beberapa hari lalu sempat membuat saya sedikit pening. Bukan pula salah satu selebritis yang tidak capek –capeknya muncul di infotainment ataupun masuk di jajaran penjabat yang dicurigai menerima suap. Yah, wajar saja kalau kalau banyak yang tidak bisa menjawab pertanyaan dengan benar. Hihi…

Saya juga tidak akan tahu pria yang dulunya dekan ini kalau tidak karena catatan-catatan hariannya dikumpulkan dan diterbitkan jadi buku. Judulnya Drunken Monster Hebat!!! Satu lagi blog yang dibukukan. Hmmm…Kapan yah giliran saya? Hahaha…mimpi kali ye…

Buku yang dihadiahkan kakak saya secara tidak langsung ini (kakak ngasih beberapa lembar kertas berharga, saya yang milih bukunya), memang sudah saya incar sejak pertama kali muncul di deretan buku baru di Gramedia MARI beberapa pekan lalu..

Dalam beberapa jam buku itu berhasil saya lahap. Hanya satu kata untuk bapak yang satu ini. ANEH. Bagaimana tidak, dari 18 cerita yang dimuat , hampir semuanya menggambarkan tingkah lakunya yang tidak wajar. Tanpa pandang bulu, siapa saja akan jadi “korban” kejahilannya. Dari tukang becak sampai tukang ojek, dari tetangga, karyawan dikantor miliknya.bahkan orang yang pertama kali ditemuinya. Tidak percaya? Coba saja baca sendiri.

Namun dari semua keanehannya itu, saya benar-benar kagum dengan keberaniannya. Tanpa malu-malu, beliau mengayuh becak, menggantikan posisi supir angkot, dan tentu saja bapak ini berani bertegur sapa bahkan mengerjai orang-orang yang sama sekali tak dikenalnya.

Ingin rasanya meminjam sedikit keberaniannya. Tidak untuk menjahili orang –orang yang baru saya kenal. Bukan. Saya hanya butuh sedikit kekuatan untuk menegur penumpang yang seenak perutnya menghembuskan asap beracun di angkot saja saya tidak berani. Sehingga paru-paru saya yang malang pun dengan terpaksa saya biarkan tercemari. Bahkan ketika melihat asap itu juga dihirup oleh seorang bayi, saya tidak mengatakan apa apa. Yang paling parah adalah ketika abu rokoknya itu bertebaran ditiup angin dan beberapa jatuh mengotori baju dan kudung, sata tetap diam seribu bahasa. Arghhhhh…..I’m sure there’s something wrong here. Any doctor out there?



Mabok Puisi
April 9, 2008, 8:17 pm
Filed under: my thought | Tags: ,

writing poetry

For all poets, please ,no hard feelings.

Ketika tulisan ini saya posting, tepat 11 hari saya berkutat dengan 100 puisi yang dikumpulkan menjadi satu buku oleh GPU dan diberi judul 100 Puisi Indonesia Terbaik 2008.

Buku ini menjadi buku kedua milik dari Rara yang saya review. Awalnya saya ragu. namun toh akhirnya saya mengiyakannya. Bisa dibilang saat itu saya benar-benar nekat. Padahal suara – suara yang entah berasal dari mana dengan kerasnya berteriak memberitahu bahwa puisi-puisi itu bukanlah puisi yang bergenre sama dengan puisi yang saya pelajari di bangku SD. Puisi – puisi yang ada di dalam buku dengan ketebalan lebih dari 200 halaman ini punya bahasa yang jauh lebih sulit dicerna dibanding Kerawang Bekasi ataupun kumpulan puisi yang ada dimuat di majalah BOBO. Namun teriakan itu kalah telak oleh rasa penasaran.

*Ubah Posisi Duduk*

*Bersihkan Pikiran*

*Mulai Membaca*

Lima menit kemudian..

^_^ >> @__@ >> *_* >> Ф_Ф >> Ø_Ø

Tak perlu waktu lama untuk mengakui bahwa semua teriakan itu benar. Puisi pertama yang saya baca sudah membuat mata saya jadi berkunang-kunang karena saya terlalu memaksakan diri untuk mengetahui makna dari satu puisi yang penuh dengan kata kata yang rasanya tak berhubungan satu sama lain.

Buku itu tak lantas saya letakkan begitu saja. Saat itu saya benar-benar percaya bahwa akan ada puisi yang bisa dengan mudah saya pahami.

Satu, dua, tiga, empat ,……,seratus!

Dari semua puisi itu hanya beberapa yang berhasil saya mengerti. Hehe.

Tidak salah kalau ada disalah satu halaman Opportunities-Upper Intermediate tertulis kalimat :

Most People Ignore Poetry, Because Most Poetry Ignore People.

Saya jadi bertanya-tanya, bagaimana semua kata-kata hasil rajutan yang begitu sulit dinikmati oleh otak saya itu masuk dalam jajaran puisi terbaik. Atau jangan – jangan karena kerumitan itulah yang membuat para juri akhirnya yakin dan sepakat merekatkan kata-kata 100 Puisi Indonesia Terbaik pada puisi-puisi itu.

Hmmmmm….

Yang tersisa sekarang adalah bagaimana memulai untuk menulis review buku puisinya



Not While You’re Around
April 4, 2008, 11:31 am
Filed under: me me me, my days, my song

no-devil-around.jpg

Nothing’s gonna harm me
Not while You’re around
Nothing’s gonna harm me
No sir, not while You’re around

Demons are prowling everywhere
Nowadays
You’ll send ‘em howling You don’t care
You got ways

No one’s gonna hurt me
No one’s gonna dare
Others can desert me
Not to worry, whistle, You’ll be there

Demons’ll charm me with a smile, for a while
But in time, nothing can harm me
Not while You’re around

Being close and being clever, ain’t like being true
You don’t need to - You would never hide a thing from me
Like some

No one’s gonna hurt me
No one’s gonna dare
Others can desert me
Not to worry, whistle, You’ll be there

Demons’ll charm me with a smile, for a while
But in time, nothin’ can harm me
Not while You’re around.

Siapapun yang tahu sudah nonton filmnya Mr Sweeney Todd:The Demon Barber of Fleet Street dan dengar lagu ini pasti tahu ada yang salah dengan lyricnya. hehehe…ada beberapa kata yang saya ubah.

Ini bukan lagu pertama yang saya ubah. Close To You  adalah jadi lagu yang pertama. Alasannya simple, karena dengan begitu jadi lebih asyik dilafalkan. Setidaknya bisa buat saya jadi lebih tenang. Hihi…cara yang aneh memang. But it works.

Yah..senin sampai selasa kemarin pikiran dan badan saya benar-benar tidak bisa diajak kerjasama. Bahkan buku-buku yang lezat itu saya biarkan bertebaran di lantai tak tersentuh. Padahal ada dua tugas untuk nulis review. Dd kucing juga akhirnya ga dapat perhatian sama sekali.

Untungnya tidak berkepanjangan.Setidaknya Not While You’re Around benar benar membantu. Termasuk puluhan buku buku di Gramedia..

To the eyes above who keep watching me, thanks for everything



Dulu Tahu, Sekarang Lupa
April 2, 2008, 11:51 am
Filed under: me me me, my thought | Tags:

Itu adalah jawaban saya pas melihat 45 soal Matematika dan Fisika untuk SMBB (STT , STMB dan POLITEKNIK TELKOM)

Hiks..padahal 7 tahun yang lalu saya masih bisa jawab setidaknya beberapa.

Bahkan yang paling mudah yang sekalipun seperti Cos 75º saja saya ga bisa jawab. Karena satu alasan. Dah lupa rumusnya..

Yah, sejak lulus UMPTN, Kalkulus 1,2,3 dan Matematika Teknik 1 dan 2, Ally dah ga pernah nyentuh lagi buku buku hitung hitungan lagi.

Apa iya harus buka buku itu lagi…karena ga mungkin dong kalau beberapa tahun ke depan, ada yang nanya saya menjawab dengan kalimat yang sama..?? Atau diserahkan ke guru les aja kali yah? hihi…



Memisahkan Sampah Koq Susah Yah?
March 28, 2008, 12:01 pm
Filed under: my thought

 

Di luar sana, pemisahan sampah bukan hal baru lagi. Dengan mudah bisa ditemukan tong sampah warna – warni dengan label masing masing. Setidaknya itu yang tertulis di Majalah Kangguru edisi lingkungan.

 
Untuk melakukannya di rumah benar benar hal yang susah menantang. Beberapa minggu belakangan ini, saya berusaha untuk memisahkan antara sampah kering dan basah. Tidak lagi menumpuk mereka dalam satu plastik yang sama.

 
Tapi karena tidak biasa kadang semua tercampur aduk lagi. argh…Dari lima kali jadwal buang sampah, yang sukses tidak tercampur tuh hanya sekali.

Payah !!!

Kadang pengen berhenti dan membiarkannya semua hanya dalam satu plastik saja. Toh kalau sudah diangkut ma bapak – bapak ke truk kuning akhirnya ditumpuk jadi satu juga. Kadang pengen nanya, apa benar di pembuangan akhir nanti mereka dipisahkan lagi?