Kapan Bisa Ngeblog lagi

•November 28, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

25 November 2009

Ulang Tahun AM yang ke III. Hari itu juga, tepat sembilan bulan, dua minggu, sejak http://bacaan-ally.blogspot.com, blog hijau itu saya biarkan beku. Tak ada lagi postingan setelah ulasan singkat buku Darren Shan 11. Jika blog buku itu diibaratkan sebuah rumah, setiap sudutnya telah dipenuhi debu tebal. Sarang laba-laba dapat ditemi di mana-mana. Tidak ketinggalan bau yang tidak menyenangkan. Yang lebih mengerikan lagi tidak ada tanda-tanda kehidupan di dalamnya. Miris rasanya setiap kali berkunjung ke blog itu. Apalagi begitu melihat komentar “tidak pernah diupdate lagi” . Tsk

Tanya Kenapa?*

Sibuk dengan kerjaan  tentu saja tidak bisa dijadikan alibi. Saya masih punya waktu senggang. Bahkan sabtu minggu sama sekali tidak ada kegiatan kantor. Toh blog buku dengan header kucing di atas tumpukan buku itu saya mulai saat masih berkecimpung di dunia yang membutuhkan perhatian dan energi yang jauh lebih besar dibanding dengan pekerjaan yang sekarang. Saat itu saya masih punya banyak waktu menulis. Bahkan untuk sekedar nulis hal-hal tidak penting yang terlintas dipikiran pun masih bisa saya lakukan. Namun sekarang untuk melakukan kedua hal tersebut bukan hal yang gampang. Semua tulisan akhirnya berakhir jadi draft dan tersimpan rapi di salah satu folder. Menyedihkan.

#Pengakuan

Baiklah. Alasan di balik semua masa vakum yang dialami si hijau, lebih karena saya menemukan banyak mainan baru. Sebenarnya tidak benar-benar baru, karena saya telah mengenal facebook akhir 2007, plurk dan twitter pertengahan tahun 2008. Sedangkan yang terakhir, Jaiku, Meme, Tumblr memang baru saya temui di tahun 2009. Saya akui ada sesuatu yang membuat saya sedikit kencanduan. Terlebih lagi dengan kemudahan mengakses dari ponsel, kapan saja, di mana saja. Beberapa tahun silam beberapa jaring sosial sudah ada, namun semuanya tak mampu mengalihkan perhatian. Review demi review muncul di blog hijau. Namun sekarang kondisinya berbeda

Facebook

Kalau orang-orang cenderung tertarik dengan kemudahan untuk mengupdate status ataupun berhubungan dengan ribuan orang, lain halnya dengan saya. Facebook tidak lain tidak bukan adalah kumpulan beragam game yang seru. Tidak banyak jejaring sosial seperti ini, yang perkembangannya sangat pesat dan seakan tidak pernah berhenti. Hampir semua game aplikasi yang ada telah saya coba dan itu jelas sangat menyita waktu. Waktu senggang yang seharusnya dapat saya gunakan untuk menulis malah habis untuk mengurusi puluhan aplikasi itu.

Mikro blogging

Layanan ini sendiri memberikan banyak kemudahan. Dari  menuliskan sesuatu yang saya pikir dan rasakan, baik itu hal yang penting (menurut saya) sampai hal-hal yang menurut beberapa orang mungkin hanya sekadar sampah. Tapi karena itulah Plurk, Twitter, Meme ataupun Jaiku  diciptakan. Walau terbatas hanya dengan 140 karakter, tidak menjadi masalah. Malah jadi keistimewaan tersendiri. Belum lagi respon yang saya dapatkan jauh lebih cepat dibandingkan dengan postingan di blog. Membahas masalah komentar di Blog, saya tidak mengejar itu. Karena dari awal ketika memutuskan untu menulis review buku, semuanya, lebih untuk diri saya sendiri. Selain memudahkan saya untuk mengingat isi buku dan tidak perlu membaca ulang, saya juga ingin berbagi ke orang – orang di luar sana, betapa serunya buku yang saya baca ini. Sayang, semangat itu perlahan redup.

Blog Hanya Trend Sesaat

Kalau dibiarkan terus menerus, akankah kata-kata pakar telematika itu akan jadi kenyataan? Saya masih ingat betul , saat empat kata itu ramai dibicarakan orang. Saya adalah salah satu orang yang dengan lantang berkata TIDAK!!! Tapi kalau melihat kenyataanya sekarang, nampaknya saya adalah salah satu orang yang akan membuat kalimat itu menjadi kenyataan.

Tidak Semua Blog Beku

Namun jika melihat keluar, rasanya itu hanya terjadi pada saya dan segelintir blogger. Karena masih banyak yang  sampai sekarang masih bayak yang ngeblog. Mereka tidak berhenti menulis. Seakan- akan jejaring sosial dan maraknya mikro blogging tidak berarti apa-apa bagi mereka. Iri rasanya. Entah kapan blog hijau itu kembali bernafas. Karena sungguh, jari jemari saya gatal untuk mulai lagi. Menulis apa yang baru saja saya baca dari sebuah buku.

Tiga Kata

•Oktober 29, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

First Thing First,  yang dikatakan oleh seorang pengarang terkenal, yang bukunya terjual sampai ribuan (mungkin jutaan ribu) kopi di seluruh dunia.Siapa sih yang nggak kenal The Seven Habits of Highly Effective People. Eh sekarang sih dah ada yang ke delapan. Tapi blom baca. Yang biasa ngasih pinjam buku-buku serius dah pindah ke kota lain. hehehe.

First Thing First, yang artinya kurang lebih,hhmmm…ah, rasanya istilah itu terkenal, tak perlu saya terjemahkan lagi. Dengan asumsi semua telah membaca buku yang sempat booming di pasaran. Apa?!?!?!?!?!?! Belum pernah baca. Haduh. Where were you? :P

First Thing First, yang sekarang harus saya ucapkan berkali-kali dan berharap keinginan untuk memiliki sepatu itu bisa hilang secepatnya. Sayangnya daya sihir tiga kata ajaib itu ternyata tidak berkerja. Sepatu putih itu masih berkeliaran di kepala. abisnya lucu sih. Padahal ga butuh-butuh banget. Sepatu-sepatu di kost-an masih bagus. Tapi beneran pengen >.<

katsu

Nah lucu kan..huhuhu

Bisa aja sih langsung pesan, transfer DPnya, dll. Tapi itu berarti ngerusak semua rencana yang sudah kususun dari sebulan sebelumnya. Semoga aja sepatu putih itu bisa nunggu. >.<

First thing first. hahaha.Ternyata masih sempat nulis hal yang ga penting macam ini, padahal masih ada satu artikel dan transkrip rekaman yang harus diselesaikan.

PS: The shoes belong to Berbonci Shop

dua mimpi buruk sekaligus? oouuuchh

•Oktober 19, 2009 • 4 Tanggapan

Setelah sekian lama punya mimpi yang terlewati begitu aja, akhirnya semalam dapat gambaran yang jelas banget. Hebatnya ga cuman satu, tapi dua sekaligus. Sayangnya gambarnya mengerikan. Pengen sih carita. Tapi kata orang mimpi buruk kan ngga boleh dibagi ke orang lain. Eh apa iya bener gitu aturannya?. Blom pernah nemu langsung sih aturannya.Kentara banget kurang baca. Untuk amannya ngikut aja dulu. Hehehehe…

yume

Bocoran dikit; semalam tuh seperti ngeliat film thriller. Hhmm..mirip ma When A Stanger Call.T___T. Mimpi yang satunya sih ga begitu seram tapi tetep aja bikin ga nyaman.
Padahal semalam tuh dah baca doa sebelum tidur. Cuman baca yang singkat sih.
Apa pengaruh bacaanku sebelum tidur yah?

Seblom tidur baca Breaking Dawn dibab yang ngebahas tentang Kelurga Volturi , gimana kejam dan sadisnya Jane dan Aro.

Ah udahlah..semoga cuman bunga tidur

Image credit: http://tukangriweuh.wordpress.com

I’m so sorry, dear

•Oktober 12, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

You’ve been my golden best friend
Now with post-demise at hand
I can’t go to you for consolation
‘Cause we’re off limits during this transition.

This grief overwhelms me
It burns in my stomach
And I can’t stop bumping into things

I thought we’d be simple together
I thought we’d be happy together
Thought we’d be limitless together
I thought we’d be precious together
But I was sadly mistaken

You’ve been my soulmate and then some
I remembered you the moment I met you
With you I knew god’s face was handsome
With you I saw fun and expansion

This loss is numbing me
It pierces my chest
And I can’t stop dropping everything

I thought we’d be sexy together
Thought we’d be evolving together
I thought we’d have children together
I thought we’d be family together
But I was sadly mistaken

If I had a bill for all the philosophies I shared
If I had a penny for all the possibilities I presented
If I had a dime for every hand thrown up in the air
My wealth would render this no less severe

I thought we’d be genius together
I thought we’d be healing together
I thought we’d be growing together
Thought we’d be adventurous together
But I was sadly mistaken

Thought we’d be exploring together
Thought we’d be inspired together
I thought we’d be flying together
Thought we’d be on fire together
But I was sadly mistaken

kursi kosong

lyric credit to Alanis Morissette

a song for today ^__^V

•Agustus 24, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Tadi videonya diposting ma Poe di plurk.  Awalnya sih nggak yakin bakal suka, soalnya bahasa korea gitu. Tapi Poe mengarisbawahi lyricnya…hhhmmm..jadi penasaran. Dan begitu kulihat.

huaahhhh….dalam sekejap jadi berkaca-kaca. >.<. Refleks, sebersit doa dan harapan terucap dari mulut ini. hihihi.Hanya masalah waktu.

*wink and kiss bye to the eyes above*

Jadi pengen lagu dalam format MP3nya. Hitung-hitung playlist untuk menyenangkan diri sendiri bertambah lagi. Mungkin bentar bakal berburu lagi di 4shared. *wish me luck*

wedding-flower

narang gyeolhon hae jullae?
narang pyeongsaengeul hamkke sallae?
uri duri alkongdalkong seoro saranghamyeo
na darmeun ai hana neo darmeun ai hana nako
cheonnyeonmannyeon apeuji malgo nan salgo sipeunde
soljikhi malhaeseo naega neol deo johahae
namjawa yeojasaien geuge jotago hadeonde
naega deo saranghalge naega deo akkyeojulge
nunmuri nago himi deul ttaemyeon apeul ttaemyeon hamkke apahalge
pyeongsaengeul saranghalge pyeongsaengeul jikyeojulge
neomankeum joheun saram mannan geol
gamsahae maeil neoman saranghago sipeo
narang gyeolhonhae jullae

Rap) Marry me maeiri haengboge gyeowoseo
gwaensiri naeiri gidae doeneun saram
waeiri waeiri tteollineun geolkka
bogo tto bwado naegen jeirin sarang
geomeunmeori pappuri doel ttae kkaji
uri durui saengi da kkeutnal ttae kkaji
sone mureun mutyeodo nune nunmul jeoldae an mutyeo

neon naui banjjok gaseum nan neoui banjjok gaseum doeeo
sumeul swineun geu sungansungan neol saranghae julkke
sigani jinaseo jureumi neureonado
kkok jigeumcheoreom neowana yeongwonhi hamkke hal geoya
naega deo saranghalge naega deo akkyeojulge
nunmuri nago himi deul ttaemyeon apeul ttaemyeon hamkke apahalge
pyeongsaengeul saranghalge pyeongsaengeul jikyeojulge
neomankeum joheun saram mannan geol gamsahae maeil neoman saranghago sipeo

Rap) neoneun machi eoduwotdeon nae sarmeul barkhyeojuneun bit
bogeulbogeul jjigaesoriro bangyeojuneun jip
mae mallatdeon nae mame naeryeojuneun bi
sarangiran cham uimiga damgyeoinneun si
haneuri jeonghae jun unmyeongui kkeun
neowa naui mannameun cheonsaengyeonbun
i sesangeul dajundaedo bakkul su eomneun nae sarmen ojik pyeongsaeng neoppun

naega deo saranghalge naega deo akkyeojulge
nunmuri nago himi deul ttaemyeon apeul ttaemyeon hamkke apahalge
pyeongsaengeul saranghalge pyeongsaengeul jikyeojulge
neomankeum joheun saram mannan geol gamsahae maeil neoman saranghago sipeo
narang gyeolhonhae jullae

PS: Lyric belongs to Lee Seung Gi Feat Bizniz, Image Credit: http://naomitobing.wordpress.com/2009

where are you, dear ? ahh..who cares :P

•Juli 3, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

hilang

pergi kau ke ujung dunia
dehidrasi di gurun sahara
hilang di segitiga bermuda

pergi kau ke luar angkasa
hipotermia di kutub utara
hilang di samudra antartika
dan jangan kembali

Lyric Credit: Gita Gutawa

hilang

just cant help to post it

•Juni 18, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

hitoride

I’ve found almost everything ever written about love to be true. Shakespeare said “Journeys end in lovers meeting.” What an extraordinary thought. Personally, I have not experienced anything remotely close to that, but I am more than willing to believe Shakespeare had. I suppose I think about love more than anyone really should. I am constantly amazed by its sheer power to alter and define our lives. It was Shakespeare who also said “love is blind”. Now that is something I know to be true. For some quite inexplicably, love fades; for others love is simply lost. But then of course love can also be found, even if just for the night. And then, there’s another kind of love: the cruelest kind. The one that almost kills its victims. Its called unrequited love. Of that I am an expert. Most love stories are about people who fall in love with each other. But what about the rest of us? What about our stories, those of us who fall in love alone? We are the victims of the one sided affair. We are the cursed of the loved ones. We are the unloved ones, the walking wounded. The handicapped without the advantage of a great parking space! Yes, you are looking at one such individual. And I have willingly loved that man for over three miserable years! The absolute worst years of my life! The worst Christmas’, the worst Birthday’s, New Years Eve’s brought in by tears and valium. These years that I have been in love have been the darkest days of my life. All because I’ve been cursed by being in love with a man who does not and will not love me back. Oh god, just the sight of him! Heart pounding! Throat thickening! Absolutely can’t swallow! All the usual symptoms.

-Iris-

PS: It’s not three years, but almost 9 years (lol)

Image credit: http://letssingit.com

hey..I can shed tears

•Juni 18, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Setelah menunggu sekian lama, akhirnya tadi malam bisa juga nangis sesegukan. Padahal kemarin-kemarin tuh dah berusaha untuk baca buku bahkan nyari scene yang bisa buat mataku basah, tapi semua sia-sia. Saking lamanya, sampai ga tahu kapan terakhir mataku nih sembab.(lol)

Setelah puas ngapus air mata,  tiba-tiba ingat si Amanda Woods. Jadi benar-benar ngerti gimana leganya dia. (Who is she anyway? ooww..you’d better watch The Holiday :p)

Aneh karena pemicunya tuh sepele.hahahaha…Jadi malu sendiri kalau mau ditulis di sini. Thanks to the trigger. Ga peduli pas bangun, mataku jadi bengkak banget. Yang jelas lega. Tapi yang parah jadi pengen lagi. hahahahaha…

air

Images Credit: http://www.unswphotoclub.org

Kecepatan Membaca Berkurang T_T

•Juni 17, 2009 • 1 Tanggapan

huhuhu..

Jangan tanya kenapa?

lemari kosong

Dalam beberapa bulan ini, hanya beberapa buku yang berhasil saya lahap. huhuhu….Satu buku yang dulunya bisa abis paling lama tiga hari, sekarang bisa makan waktu sampai seminggu lebih. *keluh*

Padahal buku – buku baru semakin bertumpuk.

Images credit : www.literaryfeline.com

lemari kosong

Quotes, I love it

•Maret 23, 2009 • 4 Tanggapan

kata

Entah sejak kapan menulis kutipan(quote) milik seseorang jadi kebiasaan. Begitu suka sama satu dua kalimat, yang pertama saya lakukan adalah menuliskannya kembali. Setidaknya sebagian dari yang saya baca itu tidak hilang begitu saja.Itu semua saya lakukan setelah mengangguk-angguk dan senyum-senyum sendiri sebagai tanda setuju ma semua kalimat sakti itu. Kenapa sakti? Karena tidak jarang kata-kata yang mereka ucapkan memberi kekuatan tersendiri. Apalagi kalau lagi down.

Sayangnya saya nggak pernah punya buku khusus untuk semua kutipan – kutipan itu. Di mana ada kertas kosong, di situ juga saya akan menuliskannya. Hebatnya, setiap kali dibaca ulang, kata-kata itu nggak pernah terasa basi.

Dulu, pas senang-senangnya posting di multiply, setiap dapat quote baru pasti akan langsung posting. Tapi entah kenapa sekarang  jadi agak malas. Kalau ga salah sih berhenti sampai quote ke 32. Atau lanjut di sini aja yah. Let’s see

Kalau dah baca semua kata-kata itu, kadang saya mikir, kapan yah saya bikin kutipan sendiri. Trus dibaca ma seseorang yang mengangguk-angguk dan senyum -senyum tanda setuju seperti yang sering saya lakukan. hihi..yeah..SomedayI’ll make my own quote.

Ah  satu quote yang saya baca dari goodreads pagi ini. Begitu baca, saya jadi ingat masa SD. hihihihi

“Dance like no one is watching. Sing like no one is listening. Love like you’ve never been hurt and live like it’s heaven on Earth.” -Mark Twain-

Pic is taken from http://www.jiscdigitalmedia.ac.uk/